Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Tak Cocok Main 3-5-2, Eks Direktur Teknik PSM Soroti Fisik Wiljan Pluim cs

PSM Makassar diminta perbaiki stamina pemain menghadapi padatnya pertandingan seri ke-3 Liga 1 Indonesia 2021/2022

Editor: Alfian
Sulaiman Abdul Karim
Pemain PSM, Anco Jansen saat berduel dengan pemain Persikabo 1973 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (26/10/2021) 

TRIBUN -TIMUR.COM, MAKASSAR - Seri dua Liga 1 Indonesia 2021/2022 telah usai.

Dari lima pertandingan, PSM Makassar meraih dua kemenangan, dua kali kalah dan sekali bermain imbang.

PSM hanya mampu mencetak enam gol dan kebobolan lima gol.

Total poin PSM sekarang berjumlah 16. Berada di peringkat 7 klasemen sementara.

Tertinggal 12 poin dari Bhayangkara FC di puncak klasemen. Mengumpulkan 28 poin.

Mewakili suporter, Alis dari Red Gank berujar di seri dua Liga 1, PSM mungkin belum beruntung.

“Lawan Borneo FC dan Persikabo 1973 harusnya kita dapat poin melebihi yang diperoleh saat ini, tapi justru kita kehilangan poin. Ini menjadi pekerjaan rumah jajaran pelatih," ujarnya dalam Bincang Bola Tribun-Timur.com, Selasa (9/11).

Ia juga menyebut pemain PSM mengalami masalah fisik ketika berharap Borneo.

"Saat lawan Borneo kita kedodoran fisik. Setelah melewati menit 70 sudah kelihatan fisik terkuras," ucapnya.

Ketika lawan Persikabo 1973, PSM hanya kurang keberuntungan. Banyak peluang diciptakan, tapi gagal berbuah gol.

"Sejumlah peluang membentur tiang gawang," sebut Alis.

Menurut dia, permainan PSM di seri pertama lebih baik dibandingkan di seri kedua.

Pada seri pertama, Laskar Pinisi memainkan enam pertandingan.

Hasilnya dua kali menang, tiga kali imbang dan sekali menelan kekalahan.

"Seri pertama lebih baik, kita hanya sekali kalah. Di seri kedua, kita dua kali kalah," bebernya.

Alis menilai ada perubahan strategi diterapkan Pelatih PSM, Milomir Seslija. Juru taktik asal Bosnia Herzegovina ini memakai skema tiga bek.

Strategi tersebut menurutnya sudah bagus. Sisa diperkuat di gelandang dan ujung lini serang.

"Harus diterapkan lagi. Pakai skema tiga bek, perkuat di gelandang. Pekerjaan rumah Anco Jansen sebagai striker memberikan kontribusi bagi tim," tuturnya.

Eks Direktur Teknik PSM, Mirdan Midding juga menerangkan hal yang sama.

Menurutnya kebugaran pemain PSM menjadi salah satu masalah harus dibenahi dalam menatap seri tiga.

Secara teoritis, setidaknya ada enam kondisi fisik harus diberikan.

Diantaranya, kekuatan, kelenturan, kelincahan, daya tahan kardiorespirasi.

Menurut Mirdan, pemain yang tak memiliki kelincahan yang tinggi, maka rentan cedera.

Apalagi kompetisi berjalan sepanjang tahun, bukan tiga bulan saja.

Ia juga menyoroti VO2max pemain PSM baik lokal maupun asing.

Untuk tampil prima sepanjang kompetisi mereka harus memiliki VO2max yang bagus.

Untuk pemain lokal harusnya VO2maxnya 80-95 sementara pemain asing 95 ke atas.

"Itu kategori pemain bisa diandalkan sampai pada kompetisi akhir. Pemain PSM yang kita andalkan banyak jalan," ungkapnya.

Eks Manajer Stadion Mattoanging ini menyebut, sepak bola 80 persen latihan kecepatan dan kekuatan.

Untuk sepak bola modern, cukup lari print 20 hingga 30 meter.

"Latihan fisik PSM harus full, padat dan pekat. Ada kepekatan latihan," ucapnya.

Untuk menilai itu ada berbagai hal bisa dilakukan. Sebelum latihan, berat badan pemain ditimbang.

Jika berat badan turun, artinya, program itu berdampak.

"Itu salah satu indikasi pelatih untuk melihat efek programnya betul betul berdampak, maka lihat penurunan berat badan. Misal dari 80 kilogram lalu turun hingga 2 kilogram, itu berat sekali," jelasnya.

Mental Bermain

Menurut Mirdan PSM juga butuh latihan mental. Berkaca dengan hasil melawan tim papan atas, mereka bisa tampil bagus.

Namun, melawan tim yang berada di bawah, justru tampil kurang bagus.

"Di situ persolan mental, psikis. Harus didampingi psikolog selain ahli nutrisi. Mereka juga physical training. Di Fakultas Olahraga banyak bisa membantu, tinggal menjalin kerja sama," pungkasnya.

Selanjutnya, Mirdan menerangkan dalam kompetisi yang padat, latihan fisik tidak boleh berdiri sendiri.

Biasanya diberikan jelang pertandingan. Digabungkan dengan, latihan kecepatan, kelincahan dan skill.

Adaptasi cuaca tambah dia sangat penting. Jika bertanding malam hari, latihannya jangan di siang hari.

"Harus adaptasi di malam hari sekali-kali. Pagi latihan ringan, teknik. Sore latihan kekuatan, malam latihan taktik dan strategi," tambahnya.

Transformasi Taktik Milomir:

1. Seri I
-Main: 6 laga
-Menang: 2
-Imbang: 3
-Kalah: 1
-Gol: 9
-Kebobolan: 8
-Clean Sheet: 0

-Formasi: 4-2-1-3
Syaiful (kiper)
Hasim Kipuw (bek tengah)
Erwin Gutawa (bek tengah)
Zulkifli Syukur (bek kanan)
Abd Rachman (bek kiri)
Sutanto Tan (gelandang bertahan)
Rasyid Bakri (gelandang bertahan)
Wiljan Pluim (gelandang serang)
Yakob Sayuri (penyerang kanan)
Ilham Udin (penyerang kiri)
Anco Jansen (penyerang tengah)

-Pencetak gol:
Ilham Udin Armaiyn (3)
Anco Jansen (3)
Yakob Sayuri (1)
Wiljan Pluim (1)
Saldi Amiruddin (1)

2. Seri II
-Main: 5 laga
-Menang: 2
-Imbang: 1
-Kalah: 2
-Gol: 6
-Kebobolan: 5
-Clean Sheet: 2
-Formasi: 3-5-2
Hilman Syah (kiper)
Hasim Kipuw (bek tengah)
Serif Hasic (bek tengah)
Erwin Gutawa (bek tengah)
Fajar Handika (gelandang bertahan)
M Arfan (gelandang bertahan)
Sutanto Tan (gelandang serang)
Yakob Sayuri (winger kanan)
Ilham Udin Aramaiyn (winger kiri)
Wiljan Pluim (penyerang tengah)
Anco Jansen (penyerang tengah)

-Pencetak gol:
M Arfan (2)
Wiljan Pluim (1)
Azka Fauzi (1)
Yakob Sayuri (1)
Serif Hasic (1).(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved