Breaking News:

Tribun Bantaeng

Duga Ada Kecurangan, Warga Desa Rappoa Bantaeng Minta Kotak Suara Hasil E-voting Pilkades Dibuka

Warga Desa Rappoa, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng melakukan aksi unjuk rasa.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Warga Desa Rappoa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bantaeng menolak hasil e-voting Pilkades Rappoa. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Warga Desa Rappoa, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng melakukan aksi unjuk rasa.

Aksi unjuk rasa diadakan di depan kantor Bupati Bantaeng, Rabu (10/11/2021).

Sebuah mobil truk digunakan sebagai panggung orasi.

Kemacetan pun tak terhindarkan selama aksi unjuk rasa berlangsung. 

Mereka meminta agar kotak suara hasil e-voting Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Rappoa dibuka.

Hal itu diinginkan untuk membuktikan bahwa tidak ada kecurangan yang terjadi selama Pilkades berlangsung.

Tim Calon kepala desa (Cakades) Fajrul Islam, menganggap terjadi kecurangan pada Pilkades yang memenangkan Cakades, Irwan.

"Meminta kepada Bupati Bantaeng memerintakan audit suara E-Voting agar rakyat mendapat perlakuan yang sama dan membuktikan E-Voting ini jujur atau curang," kata jendral lapangan, Misbaruddin Condeng dalam orasinya.

Menurutnya, terdapat perangkat desa dan BPD melanggar surat edaran bupati tentang netralitas ASN dan seluruh perangkat desa di Kabupaten Bantaeng.

Panitia Pilkades dianggap tidak netral karena meminta KTP dan kartu panggilan yang jelas-jelas tidak diatur dalam regulasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved