Breaking News:

BLK Pangkep

BLK Pangkep Jajaki Lokasi Peternakan Ayam Ras di Wajo, Calon Karyawan-Mitra Akan Dapat Pelatihan

Kunjungan tersebut dalam rangka penjajakan kerjasama pelatihan kerja kerjasama BLK Pangkep dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
Ist
Kunjungan BLK Pangkep di Raja Masagena CV Pangeran Fajar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Selasa (09/11/21).   

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKEP - BLK Pangkep mengunjungi salah satu lokasi peternakan ayam ras pedaging, Raja Masagena CV Pangeran Fajar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Selasa (09/11/21).

Kunjungan tersebut dalam rangka penjajakan kerjasama pelatihan kerja kerjasama BLK Pangkep dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Kepala BLK Pangkep, Sudarsono mengatakan akan mendukung pengembangan budidaya ayam ras pedaging tersebut.

Bahkan, pihaknya berencana akan memberikan pelatihan kepada calon pekerja ataupun calon mitra bisnis Raja Masagena CV Pangeran.

"Pelatihan ini khusus diperuntukkan bagi perusahaan/ industri untuk memberikan pelatihan kerja bagi calon karyawannya sehingga karyawan tersebut bisa kompeten/ terampil sebelum bekerja di perusahaan tersebut," lanjutnya.

Pelatihan yang akan dilakukan, lanjut Sudarsono, tidak memungut biaya apapun.

"Hal ini juga dapat membantu perusahaan dari sisi anggaran karena perusahaan tidak lagi mengeluarkan biaya pelatihan bagi karyawan yang akan direkrut," sebutnya.

Hal ini juga dilakukan untuk membantu pemerintah Kabupaten Wajo menciptakan 10.000 wirausaha diberbagai sektor, termasuk peternakan ayam potong atau pedaging.

Pemilik Raja Masagena CV Pangeran Fajar, Abdul Rahim mengatakan akan mendukung penuh program BLK Pangkep.

"Kami sebagai salah satu pengusaha putra daerah yang bergerak di berbagai bidang usaha khususnya ayam potong atau pedaging berkomitmen untuk memberikan dukungan untuk program tersebut," katanya.

Sebagaimana diketahui, perkembangan peternakan ayam potong di Kabupaten Wajo meningkat dalam 5 tahun terakhir.

"Terbukti dengan banyaknya kandang-kandang baru yang didirikan dan juga banyaknya mitra bisnis yang mulai masuk seperti Ciomas, dan lain-lain," tambahnya.

Sayangnya perkembangan peternakan ini tidak berbanding lurus dengan jumlah tenaga yang dimiliki.

"Terkhusus Raja Masagena CV Pangeran Fajar yang memiliki 4 kandang terpisah dan populasi 9.000 ekor hanya memiliki dua pekerja dan berapa pekerja lepas, yang tidak memadai dan mempengaruhi hasil panen yang didapatkan," katanya.

Rahim menuturkan pentingnya pelatihan yang akan diberikan oleh BLK Pangkep dalam mencetak tenaga handal dalam meningkatkan capaian target hasil peternakan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved