Breaking News:

Tribun Wajo

Bupati Wajo Target 50% Warga Sudah Terima Vaksin Dosis Pertama pada Akhir November 2021

Bupati Wajo, Amran Mahmud, menargetkan capaian vaksinasi mencapai 50% di akhir November 2021.

tribun-timur/hardiansyah
Bupati Wajo, Amran Mahmud saat menerima vaksin Covid-19 dosis pertama di Puskesmas Salewangeng, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pemerintah Kabupaten Wajo terus menggenjot vaksinasi Covid-19. Bahkan, vaksinasi kini lebih dimasifkan.

Pasca naiknya status PPKM di Kabupaten Wajo, dari level 2 ke level 3 pasca capaian vaksinasi di bawah 40%, Pemkab Wajo pun berusaha mencapai target.

Bupati Wajo, Amran Mahmud, menargetkan capaian vaksinasi mencapai 50% di akhir November 2021.

"Kita target 50 persen warga kita sudah divaksin di akhir November 2021 nanti. harap masyarakat mendukung untuk kesuksesan pencapaian target vaksinasi tersebut," katanya, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima tribun-timur.com, Minggu (7/11/2021).

Bahkan, pada akhir Desember 2021 mendatang, cakupan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Kabupaten Wajo sudah mencapai 70%.

"Akhir Desember 2021 kita target 70 persen. Ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dalam rapat virtual sebelumnya," katanya.

Ketua PMI Wajo itu optimis mencapai target. Melihat masifnya sejumlah lembaga maupun komunitas bersama petugas vaksinator melakukan vaksin secara keliling di 14 kecamatan.

"Janganki' takut divaksin, juga mumpung masih gratis. Saya minta camat untuk membantu memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi dengan berkomunikasi dengan puskesmas," katanya.

Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Wajo mencatat, ada 300.814 orang yang menjadi sasaran vaksinasi. Sejauh ini, ada 96.493 orang yang telah divaksin dosis pertama atau 32,08% dan ada 55.282 orang yang divaksin dosis kedua atau 18,38%.

“Saat ini, meskipun kasus positif kita sudah nol kasus, tapi karena cakupan vaksinasi kita masih sekitar 32 persen, jadi PPKM kita naik ke level 3 yang mempersyaratkan minimal harus 40 persen dosis pertama," katanya.

Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wajo itu menyebutkan, pandemi yang terjadi saat ini memukul seluruh sektor kehidupan.

Selain pembatasan kegiatan masyarakat, pandemi juga menyebabkan pengurangan anggaran atau refocussing, pengembalian anggaran ke pusat untuk penanganan COVID-19. 

"Akibatnya, beberapa program kita, misalnya infrastruktur jalan yang kita sudah anggarkan begitu banyak, namun karena pandemi ini, dikembalikan sebagian anggaran kita ke pusat sehingga kita maksimalkan yang ada. Anggaran yang direfocusing itulah yang menjadi bantuan selama Covid-19 ini yang diberikan kepada masyarakat dan digunakan oleh satgas untuk penanganan," katanya.

Dirinya berharap, masa pandemi segera berakhir, sehingga program-program Pemkab Wajo bisa lebih dimaksimalkan.

Sebab, salah satu cara melewati masa pandemi, yakni bagaimana meningkatkan vaksinasi agar herd imunity terbentuk, serta selalu patuh pada protokol kesehatan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved