PSM Makassar
Prediksi PSM vs Bhayangkara FC, Saling Serang di Awal Laga
PSM Makassar dan Bhayangkara FC bakal saling sikut. Kemenangan menjadi target kedua kesebelasan demi jaga asa dalam perburuan trofi
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Duel papan atas bakal terhelat di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah istimewa Yogyakarta, Sabtu (6/11/2021) pukul 19.15 Wita.
PSM Makassar dan Bhayangkara FC bakal saling sikut. Kemenangan menjadi target kedua kesebelasan demi jaga asa dalam perburuan trofi Liga 1 2021-2022.
Pertandingan diperkirakan berlangsung sengit.
Permainan terbuka dan menyerang diprediksi akan terjadi.
Apalagi kedua pelatih sama-sama memiliki karakter sepak bola menyerang.
Laskar Pinisi berhasil mengakhiri hasil minor di lima pertandingan usai taklukkan Persita Tangerang dengan skor 3 gol tanpa balas di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (1/11/2021) malam.
Pemain PSM pun dalam kepercayaan diri tinggi.
Ditambah lagi Pelatih PSM, Milomir Seslija punya banyak pilihan pemain ketika berjumpa Bhayangkara.
Abdul Rachman telah pulih dari cedera dan bisa diturunkan
Begitu pun dengan Zulkifli Syukur telah menyelesaikan hukuman akumulasi akrtu kuning. Hanya Erwin Gutawa yang harus absen karena akumulasi kartu.
Kembalinya, Abdul Rachman dan Zulkifli Syukur diprediksi sang juru taktik, Milomir Seslija akan menggunakan empat bek sejajar.
Yakni Serif Hasic, Hasim Kipuw, Zulkifli Syukur dan Abdul Rachman.
Namun, kemungkinan Abdul Rachman akan didorong bermain lebih ke depan. Seperti dilakukan ketika melawan Bali United.
Empat bek ini akan saling berkoordinasi dengan Hilman Syah yang dipastikan menempati posisi kiper PSM.
Pemuda asal Jeneponto ini telah mencatatkan clean sheet di dua pertandingan terakhir.
Willem Jan Pluim tetap menjadi pilihan utama di lapangan tengah.
Pemain asal Belanda ini menjadi kreator serangan untuk membongkar pertahanan Bhayangkara.
Pluim ditopang oleh dua geladang energik Sutanto Tan dan M Arfan.
Kedua pemain ini bekerja keras dalam memotong serangan anak asuh Paul Munster.
M Arfan pun kini berada di top performanya usai mencatatkan dua gol ke gawang Persita.
Dua gol tersebut merupakan gol pemain nomor punggung 48 ini selama lima tahun berseragam PSM.
Posisi penyerang sayap diprediksi menjadi milik Ilham Udin Armaiyn di kiri dan Yakob Sayuri di kanan.
Kedua pemain ini akan mendobrak dan menusuk lewat sayap kanan.
Tak lupa PSM memiliki Rizky Eka Pratama, Saldi Amiruddin dan Azka Fauzi yang bisa menjadi super sub jika Ilham Udin dan Yakob mengalami kebuntuan.
Pergantian pemain dilakukan oleh Milomir Seslija sejauh ini bisa dikatakan sukses.
Sebab, pemain yang dimainkan dari bangku cadangan mampu memecah kebuntuan PSM.
Ujung tombak serangan ditempati Anco Jansen. Lawan Bhayangkara menjadi momentum pembuktian kualitas mantan pemain NAC Breda ini.
Sebab, pemain 32 tahun baru mencatatkan tiga gol dari sembilan pertandingan dijalani.
Tiga gol dianggap masih sedikit mengingat menit bermain Anco telah mencapai 780 menit.
Hanya lewatkan pertandingan melawan Bali United akibat akumulasi kartu kuning. Lalu ditarik keluar di pertandingan terakhir lawan Persita. Banyak peluang diciptakan, namun tak ada yang menghasilkan gol.
Anco mengatakan itu hal yang normal. Apa lagi bermain sebagai striker di Indonesia tak lepas dari kritik jika tak mencetak gol.
Anco menegaskan, dirinya terus berusaha menjadi lebih baik dalam urusan mencetak gol.
“Ini adalah tujuan yang saya harus dapatkan, terlebih di Indonesia striker harus mencetak gol. Saya sedang mengusahakan itu,” tegasnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (5/11/2021).
Dari sepuluh pertandingan, Bhayangkara mengantongi delapan kemenangan, sekali kalah dan sekali bermain imbang.
Diperkirakan Paul Munster bakal menurunkan komposisi pemain yang hampir sama saat menang 1-0 dari Persikabo 1973.
Awan Setho menjadi sosok di bawah mistar gawang Bhayangkara. Pemain 24 tahun ini tampil gemilang dari sepuluh pertandingan. Hanya kebobolan delapan gol.
Benteng pertahanan Bhayangkara diisi oleh Lee Yu Juun. Pemain asal Korea ini bermain lebih ke belakang bersama Hansamu Yama dan Anderson Salles.
Untuk mematikan lapangan tengah PSM, pelatih asal Irlandia Utara itu akan memasang empat pemain di posisi gelandang.
Wahyu Subo bakal menjadi pemotong bola, sementara Evan Dimas mengatur serangan dan ritme permainan dari Bhayangkara.
Fatcu Rohman dan Ruben Sanadi bergerak di pinggir lapangan.
Keduanya akan saling berhadapan dengan Zulkifli Syukur dan Abdul Rachman.
Adam Alis akan berdiri dua dua penyerang Bhayangkara Ezechiel N’Douassel dan Andik Vermansyah.
Ezechiel N’Douassel memiliki penyelesaian akhir yang bagus. Baik lewat kaki maupun kepalanya.
Pemain nomor 10 ini juga pandai dalam mencari posisi yang bisa dimanfaatkan untuk mencetak gol.
Andik Vermansyah, bakal menjadi penyokong dan membantu Ezechiel dalam mencetak gol. Kecepatan dan umpannya yang cukup baik.
Makanya disiplin dan fokus menjadi kunci bagi pertahan PSM agar tak kebobolan gol dari Bhayangkara. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/psm-vs-bhayangkara-5110212.jpg)