Breaking News:

Opini Tribun Timur

Mewujudkan kebahagiaan Lansia Butuh Peran Negara

Belakangan ini masyarakat khususnya netizen dihebohkan dengan viralnya pemberitaan seorang ibu lanjut usia dititipkan oleh tiga ke Panti Jompo.

Editor: Sudirman
Mewujudkan kebahagiaan Lansia Butuh Peran Negara
tribun timur
Pendidik, Founder Komunitas Pecinta Alquran dan Bahasa Arab Makassar

Hadits diatas menunjukkan tatkala orangtua tidak memiliki nafkah, kewajiban berpindah ke anak laki-lakinya menafkahinya secara ma’ruf.

Adapun jika anak memiliki alasan yang dibenarkan islam. Kewajiban berpindah ke negara. Dalam Islam, negara dalam hal ini penguasa.

Bertanggungjawab mengurusi atau memlihara urusan rakyat. Hal ini pernah dicontohkan Sahabat Rasulullah Saw.

Abu Bakr Asshidiq, tatkala beliau sebagai kepala negara. Beliau sering membantu dan menafkahi orangtua lansia khusunya janda tua.

Selain itu, negara menyediakan rumah sakit untuk warga lanjut usia. Rumah-rumah panti jompo untuk warga lanjut usia.

Bagi mereka yang tidak memiliki keluarga untuk menanggung mereka.

Beginilah Islam akan memberikan kebahagiaan bagi warga khususnya lanjut usia, dengan hadirnya peran negara. Wallahu’allam.(*)

Nasib Anak Jalanan

PEMERINTAH harus makin serius menangani nasib dan masa depan anak, termasuk anak jalanan. Saat ini, terdapat sekitar 4,1 juta anak Indonesia yang telantar dan 35.000 mengalami eksploitasi.

Pemerintah telah memberikan pelayanan terhadap ribuan anjal di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Indonesia.

Pemerintah daerah yang memiliki potensi anjal signifikan, hendaknya menyiapkan RPSA yang mandiri.

Perlindungan terhadap anak, tidak sekadar bangunan fisik yang lengkap dengan ruang anak, tetapi juga fasilitas penunjang.

Fasilitas penunjang tersebut antara lain konselor penyembuhan trauma, termasuk bagi bayi dan balita yang telah mendapat obat penenang tertentu.

Kelengkapan RPSA dapat disinergikan dengan pihak terkait lainnya agar disediakan konselor pengasuhan dan tim trauma.

Upaya pemerintah, peran serta pemda, bahkan semua pihak, diperlukan.

Dengan begitu, tidak terjadi lagi eksploitasi anak dan program Indonesia bebas anak jalanan pun terwujud. *

Tulisan ini juga diterbitkan pada harian Tribun Timur edisi, Kamis (4/11/2021).

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved