Tribun Otomotif

Yuk Perhatikan Perawatan Ruang Bakar Agar Performa Mesin Motor Optimal

Performa mesin motor menurun karena penumpukan karbon pada ruang bakar sehingga pembakaran menjadi tidak sempurna.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
PT SJAM
Ilustrasi-Perawatan ruang pembakaran agar selalu berada dalam kondisi baik. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ruang pembakaran merupakan bagian penting dari mesin sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM). 

Pada ruang pembakaran terjadi pembakaran bahan bakar dan udara di kepala silinder. 

Proses pembakaran menghasilkan energi yang menggerakkan mesin, sehingga perlu diperhatikan agar ruang pembakaran selalu berada dalam kondisi baik.

Kepala Mekanik Sentral Yamaha Makassar PT Suracojaya Abadi Motor (SJAM), Siswanto mengatakan bahwa jika proses pembakaran tidak sempurna, maka dapat mempengaruhi tenaga motor yang dihasilkan tidak optimal. 

Oleh karena itu, dia menyarankan agar konsumen memperhatikan berbagai indikasi masalah pada ruang bakar motor serta perawatannya. 

“Selain itu, gunakan produk yang tepat untuk membersihkan sisa karbon pada ruang bakar sehingga turut menjaga performa mesin sepeda motor,” kata Siswanto via keterangan tertulis ke tribun-timur.com, Rabu (3/11/2021).

Siswanto pun memaparkan indikasi masalah pada ruang bakar motor yang perlu diperhatikan konsumen.

Pertama performa mesin motor menurun karena penumpukan karbon pada ruang bakar sehingga pembakaran menjadi tidak sempurna.

Kemudian konsumsi BBM yang menjadi lebih boros. 

“Hal ini disebabkan oleh pembakaran yang tidak sempurna karena adanya endapan karbon yang menjadi api pada saat proses pembakaran sehingga menyebabkan adanya bahan bakar yang terbuang secara sia-sia,” jelasnya.

Selaniutnya, temperatur mesin lebih tinggi karena adanya endapan karbon pada ruang bakar yang ikut terbakar dan dapat menyebabkan pre-ignition, sehingga temperatur mesin lebih cepat meningkat.

Lalu kepala busi menghitam akibat karbon sudah menumpuk dalam ruang bakar dan untuk efek jangka panjangnya akan menyebabkan busi cepat mati.

Tak sampai di situ, ada juga karena adanya sisa karbon yang menumpuk pada lubang knalpot yang berasal dari residu karbon pada ruang bakar dan terbawa keluar melalui saluran gas buang.

Lanjut, Siswanto mengarakan bahwa jika kondisi karbon pada ruang bakar sudah cukup parah dapat menyebabkan loss kompresi (mogok). 

“Banyaknya endapan karbon yang menumpuk pada ruang bakar akan membuat intake valve ataupun exhaust valve tidak dapat menutup dengan rapat, dan dapat menyebabkan hilangnya kompresi pada ruang bakar,” jelasnya.

Terakhir, kata dia, keluarnya asap hitam dari knalpot saat melakukan akselerasi pada rpm tinggi karena tumpukan karbon yang berasal dari ruang bakar ikut keluar melalui saluran gas buang.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved