Breaking News:

Tribun Pinrang

Kasihan, Santriwati Korban Pencabulan di Pinrang Masih Trauma

Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) telah mengunjungi rumah korban dugaan pencabulan di bawah umur.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/NINING
Koordinator P2TP2A Pinrang, Andi Bakhtiar Tombong saat ditemui seusai mendampingi orang tua dan korban di Mapolres Pinrang, Selasa, (2/11/2021) 

TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG - Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) telah mengunjungi rumah korban dugaan pencabulan di bawah umur.

Dugaan pencabulan itu dilakukan oleh oknum Pimpinan Pompes di Pinrang inisial SM.

Saat ini, kondisi psikis korban terganggu (trauma).

Hal itu dikatakan Koordinator P2TP2A Pinrang, Andi Bakhtiar Tombong saat ditemui seusai mendampingi orang tua dan korban di Mapolres Pinrang, Selasa, (2/11/2021).

Dikatakan, pihaknya sudah melakukan assesmen terhadap korban.

"Kami sudah berkunjung ke rumah korban untuk menggali informasi. Saat ini korban belum bisa berbicara banyak karena masih trauma," kata Andi Bakhtiar.

Hasilnya, korban perlu didampingi psikiater, juga pendampingan selama pemeriksaan.

"Dia trauma. Agak takut untuk dilihat orang banyak," ungkapnya.

Dikatakan, pihaknya juga mendampingi korban untuk menjalani pemeriksaan tambahan di Polres Pinrang.

"Tak banyak dia ungkap, karena psikis anaknya belum siap untuk memberikan keterangan. Tadi hanya melengkapi BAP," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved