Breaking News:

Tribun Sinjai

Jelang Pilkades, Wabup Sinjai Andi Kartini Ottong Minta Pengurus BPD Jaga Netralitas

Wakil Bupati Sinjai, Sulawesi Selatan, Andi Kartini Ottong meminta para penyelenggara Pemilihan kepala desa (Pilkades) untuk menjaga netralitas

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sudirman
satri
Wakil Bupati Sinjai buka bimtek BPD Pilkades di Gedung Pertemuan, Senin (1/11/2021) 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Wakil Bupati Sinjai, Sulawesi Selatan, Andi Kartini Ottong meminta para penyelenggara Pemilihan kepala desa (Pilkades) untuk menjaga netralitas dan stabilitas.

Pemilihan kepala desa tersebut rencananya akan berlangsung pada 17 Maret tahun 2022 mendatang. 

Ada 54 desa yang tersebar di delapan kecamatan akan menyelenggarakan pemilihan calon kepala desa. 

Politisi Partai Golkar ini meminta Badan Permusyarawaratan Desa (BPD) menjadi garda terdepan dalam mensukseskan Pilkades serentak 2022.

"Harus mengedepankan aturan, minimalisir masalah, jaga netralitas dan mencegah konflik yang timbul karena Pilkades lebih sensitif dibandingkan pemilihan lainnya," kata Andi Kartini Ottong saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pilkades di Gedung Pertemuan Sinjai, Senin (1/11/2021).

Ia juga meminta para penyelenggara Pilkades, jika menemukan masalah terkait pemilihan agar segera konsultasi. 

BPD bertugas mengawasi kinerja panitia pilkades dan berada di tengah-tengah masyarakat dalam mensosialisasikan regulasi pilkades. 

Sehinga anggota BPD harus paham tahapan dan aturan pilkades.

"Mari sukseskan pilkades Sinjai. Pilkades ini lebih sensitif sehingga BPD harus menjaga netralitas," katanya. 

Kartini juga mengatakan bahwa netralitas panitia penyelenggara akan menghasilkan pemimpin di desa yang berkualitas. 

Sehingga harapan bersama dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas memajukan Sinjai dari desa. 

Termasuk mengampanyekan kepada masyarakat agar tidak memilih secara pragmatis. 

Tetapi dapat melihat kualitas masing-masing calon untuk mendapatkan kepala desa yang berkualitas. 

Sebelumnya Bawaslu Sinjai telah meluncurkan desa tanpa money politik. 

Desa-desa tersebut diharapkan tidak ada politik uang agar pemimpin di masa akan datang dapat berkualitas. (*) 

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved