Breaking News:

Teropong

Bersumpah; Masihkah Tentara Pegang Sumpah Prajurit? Mahasiswa Pegang Sumpah Mahasiswa?

DALAM pelajaran agama Islam yang penulis anut, kita diberi pengetahuan bahwa setiap makhluk manusia baru akan lahir ke dunia setelah ia ‘bersumpah’

Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Dosen Ilmu Komunikasi Unhas, Abdul Gafar 

Mereka antipenindasan, artinya mereka memusuhi penindasan yang terjadi di negeri ini. Karena mereka antipenindasan, konsekuensinya mereka tidak akan menindas siapa pun di negeri ini. Cinta pada keadilan, berarti musuh bagi komponen yang merusak tataran  keadilan. Keberadaan pengadilan sebagai tempat mengadili, mesti dipelototi.

Jangan sampai keadilan hanya bagi pihak yang dapat ‘membagi’ kesejahteraan bagi penegak hukum. Sisi lain, yang tidak berpunya, tetaplah  terzalimi. Tidak akan keluar kebohongan dari mulut seorang mahasiswa yang telah bersumpah. Mereka yang konsisten hari ini, semoga tidak menjadi inkosisten setelah selesai sebagai mahasiswa.

Selamat tinggal dunia mahasiswa, selamat memasuki dunia nyata yang penuh godaan.

Setiap profesi memiliki sumpah sendiri-sendiri yang mesti ditaati. Misalnya seorang Tentara Nasional Indonesia wajib bersumpah yang dikenal dengan Sumpah Prajurit. Mereka antara lain akan patuh dan  taat pada Pancasila dan UUD 1945. Mereka yang anti Pancasila dan UUD 1945 adalah musuh tentara yang mesti dilibas.

Masihkah tentara memegang teguh dan patuh pada Sumpah Prajurit? Perjalanan sejarah akan mencatatnya dalam dokumen negara dengan tinta emas berkilau, hitam pekat atau merah berdarah.(*)

Tulisan ini juga diterbitkan pada harian Tribun Timur edisi, Senin (1/11/2021).

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved