Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bisnis

Wujud Komitmen ESG, Pertamina Dampingi Masyarakat Pelosok Cindakko Naik Kelas

Pertamina juga memberikan kotak di rumah masing-masing warga agar lebih mudah membudidayakan lebah.

Tayang:
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SUKMAWATI
Rumah warga Cindakko, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wajah Sumringah Sulaiman (28), kepala Dusun Cindakko bercerita bagaimana kini warganya mulai mandiri berkat bantuan Pertamina.

Pertamina masuk ke daerah penghasil madu ini sejak tahun 2018 menjalankan komitmen Environmental Social Governance (ESG) melalui program Cindakko Menyala.

Sebelum itu, Cindakko hanyalah sebuah dusun kecil yang sangat tertinggal. 

Ia berada di Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Dihuni sekiranya 114 Kepala Keluarga (KK), Cindakko termasuk daerah tertinggal di Kabupaten Maros.

Jaraknya 20 Kilometer (Km) dari Kantor Kecamatan, 40 dari Maros dan 55 Km dari Kota Makassar.

Bukan jaraknya yang jauh, tapi akses menuju Cindakko ini mengerikan. Jalanan terjal dan berkelok-kelok. 

"Sekarang sudah banyak yang berubah, kampung kami di Pelosok Cindakko sudah naik kelas," katanya pada Jurnalis Tribun Timur saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ia menilai Pertamina hadir secara serius mendampingi mereka.

"Dari segi literasi anak-anak sudah mulai maju," ujarnya.

Pertamina juga memberikan pemahaman soal menanam kopi pun mulai meningkat. 

"Warga sudah paham bagaimana caranya menanam agar hasilnya lebih banyak," kata Sulaiman.

Pria yang sudah 4 tahun menjadi kepala dusun ini juga beberkan bagaimana masyarakat mulai paham cara memanen madu.

Dimana, dalam program ini Pertamina menggandeng Inspiratur Lebah Madu Indonesia (ILMI) Region Sulsel.

"Selama puluhan tahun, warga kami panen madu dengan diasapi, kini beralih ke panen lestari," ungkapnya.

Pertamina juga memberikan kotak di rumah masing-masing warga agar lebih mudah membudidayakan lebah.

"Jadi kami tidak perlu ke hutan lagi, cukup di rumah saja," ucapnya.

Ia berharap, Cindakko ke depannya berkembang, meningkat dan masyarakat semakin sejahtera.

"Terima kasih Pertamina atas pendampingan dan ilmu barunya," imbuhnya.

Salah satu warga, Suri (50) mengatakan, banyak yang berubah sejak kehadiran Pertamina di Cindakko.

"Alhamdulillah, semoga jai tommi ngissengki pa'rasangangka ri Cindakko (semoga banyak yang kenal tempat tinggal kami di Cindakko," kata ibu tiga anak ini.

Serupa disampaikan Dg Lajju (50) seorang Petani Madu.

Bapak 7 anak ini mengaku sejak 20 tahun lalu mencari nafkah dengan mencari madu di hutan Cindakko.

Setiap harinya ia berangkat jam 06.00 Wita, ia baru tiba di rumahnya saat pukul 17.00 Wita. Kadang juga sampai malam.

Hasilnya pun tak menentu, kadang dapat dua botol atau lebih. Seringkali ia pulang dengan tangan kosong.

Namun, bagi dia pekerjaan beresiko ini salah  cara untuk menghidupi istri dan anak-anaknya.

"Hasilnya kujual di pasar. Biasa juga ke tetangga," katanya sembari menatap ke arah sungai.

Per botolnya, biasanya ia jual seharga Rp 80 ribu. Kadang pula, jika di Pasar ia menjualnya seharga Rp 100 ribu per botol.

Menurut dia, tak hanya menempuh perjalanan jauh, masuk hutan, sembarangi sungai, manjat gunung. 

Risiko disengat Lebah sangat tinggi. Apalagi, Dg Lajju ini sama sekali tidak punya Alat Pelindung Diri (APD).

Untuk itu, kehadiran Pertamina di Cindakko mendampingi Dg Lajju dan petani madu lainnya cara aman memanen madu.

Dalam pendampingan petani madu, Pertamina menggandeng Inspiratur Lebah Madu Indonesia (ILMI) Region Sulawesi Selatan (Sulsel).

Orang-orang yang tergabung di ILMI pun mengajari metode aman memanen Madu Hutan.

Disambut Antusias Anak-anak

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun sangat menyambut kehadiran Pertamina di Cindakko.

Tak heran jika selama program berlangsung anak-anak selalu berkerumun.

Mereka tampak antusias menanyakan semua bendah yang dibawah atau digunakan tim Pertamina.

Sebut saja behel gigi, smartphone, tab, hingga sepatu tak luput dari rasa penasaran mereka.

Salah satunya bernama Sunning (15). Dengan parang di pinggang, perempuan tomboy ini selalu mengikuti setiap agenda tim Pertamina dalam program bertajuk Cindakko Menyala.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (9-10/6) lalu.

Saat ditanyai alasan mengikuti setiap agenda, Sunning kadang tersenyum untuk mencerna arti dari pertanyaan tim CSR Pertamina.

Wajar saja, ia hanya memahami bahasa Makassar. Sedangkan Bahasa Indonesia ia kurang lihai.

Tak hanya Sunning, anak-anak sebayanya juga ikut menemani semua aktivitas tim Pertamina selama berada di Cindakko.

Realisasi dan Capaian Program

Senior Supervisor Communication & Relation PT Pertamina Regional Sulawesi, Taufik Kurniawan mengatakan, kehadiran Pertamina untuk memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan sampai produk hasil bumi tersebut bisa berdaya guna lebih.

Taufik membeberkan beberapa realisasi dan capaian Pertamina melalui program ini Cindakko Menyala.

"Pertamina telah menghadirkan rumah produksi untuk pengelolaan kopi, gula dan madu," katanya, Sabtu (30/10/2021).

Program lainnya, pemeliharaan lebah di rumah-rumah warga.

Terdiri dari 15 kotak lebah trigona dan 15 kotak lebah apis cerata.

"Termasuk memfasilitasi dan mendampingi warga dalam pembuatan kompos atau pukul alami secara mandiri," ujar Taufik.

Hal lainnya, Pertamina juga telah menghadirkan mini agrokompleks serta sekolah alam pengembangan minat dan bakat anak.

Tak sampai di situ, Pertamina juga merealisasikan program perbaikan gizi dan ketahanan pangan.

Total anggaran yang telah digelontorkan selama 2020-2021 sebesar Rp 180 Juta.

Dengan rincian, Koguma Rp 45 juta, Energi Rp 60 juta, Sekolah Alam Rp 45 juta dan Perbaikan Gizi Rp 30 juta.

"Program ESG Pertamina ini maksimal 5 tahun. Dalam tempo waktu tersebut Cindakko dipastikan naik kelas atau mandiri," pungkasnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved