Breaking News:

Opini

Raja La Patau adalah Simbol

LA PATAU adalah simbol. Demikian dikatakan Andi Fahsar M Padjalangi kepada penulis dan sebagian wija (keturunan) di sebuah café bilangan Jl Hertasning

Editor: Edi Sumardi
GENI.COM
Raja Bone ke-16, La Patau Matanna Tikka 

Selain menghindari sebagai ajang saling klaim trah darah bangsawan, lanjut Bupati Andi baso Fahsar mengungkapkan bahwa tidak ada agenda politik dalam pertemuan nanti.

’’Tidak ada agenda politik. Karena masing-masing panitia dan wija mempunyai latar belakang pekerjaan dan garis politik yang berbeda. Bersilaturhami tanpa membahas latar belakang politik. Itulah kenapa menjadi simbol pertemuan akbar wija Puatta La Patau ini,’’ kata Fahsar penuh semangat dan dukungan.

Untuk itu bukan hanya yang berasal dari Bone atau Soppeng, Wajo saja yang datang, tapi hampir seluruh daerah nusantara keturunan Puatta La Patau berjanji akan turut hadir. Mulai dari Maros, hingga Sinjai dan Bulukumba.

’’Dari Sulbar hingga Kalimantan bahkan ada yang rencana datang dari luar negeri.’’

Untuk itu, baik panitia maupun bupati sebagai pihak pemerintah menyampaikan, silahkan datang ke pertemuan atau silaturahmi akbar ini.

’’Jangan lagi ada yang bilang saya di undang atau tidak di undang. Tapi tetap harus registrasi, supaya acara ini bisa menjadi teratur dan mempunyai manfaat bagi kehidupan bermasyarakat,’’ kata kordinator humas panitia.

Hingga saat ini 300 wija yang dari Sulsel, Sulbar, hingga Kalimantan menyatakan kesipatan hadir dalam registrasi peserta.

Sejumlah Wija yang merupakan pejabat sudah menyatakan dukungan dan kesiapan hadir, di antaranya anggota DPR RI Andi Muawiyah Ramli, Andi Irwan Aras, Andi Rio Idris Padjalangi, Bupati Maros, Bupati Pinrang, Bupati Bulukumba, dan Bupati Kolaka hingga jenderal menyatakan kesediannya.(*)

Tulisan ini juga diterbitkan pada harian Tribun Timur edisi, Sabtu (30/10/2021).

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved