Breaking News:

Kementan

Mentan Syahrul Bakal Bantu Desa Pancasila & Konstitusi Galesong Untuk Lebih Maju

Diskusi tersebut berlangsung di Balla Barakka Ri Galesong, Desa Galesong, Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, Sabtu (30/10/2021). 

Ist
Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo menghadiri Diskusi Konstitusi Pemberdayaan Masyarakat Desa. Diskusi tersebut berlangsung di Balla Barakka Ri Galesong, Desa Galesong, Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, Sabtu (30/10/2021).  

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo menghadiri Diskusi Konstitusi Pemberdayaan Masyarakat Desa. 

Diskusi tersebut berlangsung di Balla Barakka Ri Galesong, Desa Galesong, Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, Sabtu (30/10/2021). 

Diskusi tersebut dihadiri sembilan hakim Mahkamah Konstitusi RI.

Usai kegiatan itu, Mentan Syahrul, mengatakan Desa Galesong sebagai Desa Pancasila dan Kontitusi menggambarkan sebuah kontribusi untuk mejaga kesatuan Indonesia. 

Menurut SYL, Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia setelah Cina, Amerika, dan India. 

Lanjutnya, di bawah Indonesia, ada negara Pakistan, Brazil. 

"Kalau desa terbenahi dengan baik dan kesadaran baik, gotong royong, menghadirkan kebenaran baik, kebenaran tuhan, kebenaran kebudayaan di dalamnya. Maka kebenaran kontitusi pasti terjadi," ujarnya saat ditemui di lokasi. 

Kata dia, beberapa hari lalu diperingati hari Sumpah Pemuda. 

Moment sumpah pemuda bagi dia, bukan hanya satu bangsa dan satu bahasa dan satu tanah air. 

"Tetapi yang jelas kontribusi kita melahirkan ide-ide besar menjaga negeri. Kreatifitas dan terobosan untuk menjaga kedamaian negeri. Ini sangat penting," bebernya. 

Dia mengaku kedepannya Desa Galesong yang menjadi desa Pancasila dan Konstitusi akan diberikan fasilitas sesuai arahan Presiden. 

"Saya sebagai menteri pertanian seperti yang selalu diarahkan Presiden apa yang bisa difasilitasi agar meraka bisa hidup," kata mantan Gubernur Sulsel ini. 

"Modal yang paling besar di negeri ini adalah pemberian alam oleh tuhan yang kuat. Kita punya matahari tak pernah berhenti, angin tidak pernah tidak bertiup dan air turun setiap saat. Kalau begitu saatnya kita memanfaatkan dengan baik melalui pertanian dan upaya lainnya untuk ketahanan kehidupan kita," sambungnya. 

Laporan Wartawan Kontributor TribunTalalar.com, Sayyid Zulfadli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved