Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Maros

Chaidir Harap Tempe Jadi Potensi Makanan Lokal Pencegahan Stunting di Maros

Sebagian besar masyarakat masih berpikir kebutuhan protein harus dipenuhi dari daging, ayam atau telur.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL
Workshop menu pangan lokal tinggi protein bagi anak usia dini di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Jl Jend Sudirman, Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/10/2021). 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Southeast Asia Ministers of Eucation Organization-Regional Center of Food and Nutririon (Seameo Recfon) bekerja sama dengan US Soybean Export Council (USSEC) dan Poltekkes Kemenkes Makassar menggandeng Pemda Maros melaksanakan kegiatan workshop menu pangan lokal tinggi protein bagi anak usia dini.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Maros, AS Chaidir Syam di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Jl Jend Sudirman, Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/10/2021). 

Sebagai upaya penanggulangan stunting, Pemerintah Kabupaten Maros mengajak TP PKK dan para Pendidik PAUD untuk ikut menjadi peserta.

"Ini sebagai pengetasan stunting, terlebih di Kabupaten Maros. Ini juga sebagai kampanye konsumsi protein lokal untuk penanganan stunting," ungkap Chaidir.

Pihaknya akan lebih gencar sosialisasi penanganan pada daerah-daerah stunting

"Daerah stunting akan gencar kami sasar untuk diberikan edukasi penanganan stunting," tuturnya.

Adapun data stunting untuk Kabupaten Maros hingga saat ini terhitung 9,47 persen atau sekitar 2.892 kasus stunting

Angka ini terhitung menurun dari tahun lalu yakni 13,04 persen atau sekitar 3.812 kasus.

"Kasus stunting di Kabupaten Maros sudah menurun, untuk kasus stunting tertinggi berada di Kecamatan Mandai yakni 359 kasus, disusul Kecamatan Turikale sebanyak 335 kasus, dan kasus terendah berada di Kecamatan Mallawa sebanyak 19 kasus," jelasnya.

Chaidir juga menjelaskan, pencegahan stunting dapat dimulai dengan pemenuhan gizi anak dengan baik. 

Gizi yang paling potensial adalah protein.

"Sebagian besar masyarakat masih berpikir kebutuhan protein harus dipenuhi dari daging, ayam atau telur. Padahal ada pangan lokal yang kaya protein dan potensial mencegah stunting, yaitu tempe," lanjutnya.

Ia berharap, tempe bisa menjadi potensi makanan lokal untuk pencegahan stunting di Maros

Terkait protein yang terkandung di dalam tempe, Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Makassar, Manji Lala mengungkapkan tempe bisa jadi prioritas utama untuk penanganan masalah gizi. 

Terkait penyebab stunting salah satu penyebabnya adalah asupan protein yang rendah.

"Tempe itu sangat luar biasa kandungan proteinnya, kalsium dan zat gizi lainnya. Orang luar bahkan menyebut tempe sebagai the miracle food. Makanan ini bisa jadi prioritas utama dalam menangani masalah gizi," ungkapnya.

Bergabung secara virtual, Direktur Seameo Recfon, Muchtaruddin Mansyur mengungkapkan, TP PKK bersama pendidik PAUD yang menjadi peserta workshop, semoga bisa menerapkan ilmu yang diperolah dalam workshop dalam kehidupan sehari-hari.

"Peserta semoga bisa menerima materi dengan baik, diaplikasikan juga disosialisasikan ke rumah tangga lain," ungkapnya.

Usai materi, peserta akan diarahkan untuk mempraktikkan pengolahan pangan lokal tinggi protein berbahan dasar tempe.

"Jika semua ibu-ibu bisa kreatif dalam pengolahan pangan protein tinggi, anak-anak akan lebih tertarik untuk mengonsumsinya. Masalah kekurangan protein pada anak-anak kita akhirnya bisa teratasi," tuturnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved