Breaking News:

Tribun Palopo

Proyek Puskesmas Sendana Palopo Nyebrang Tahun, Rekanan Bayar Denda Rp204 Juta

Harusnya proyek yang menggunakan APBD tahun 2020 senilai Rp 4,5 miliar itu selesai di akhir 2020.

Penulis: Arwin Ahmad | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur/ arwin
Kasi Pidsus Kejari Palopo Antonius Bangun Silitonga (tengah) didampingi Jaksa Erlysa Said dan disaksikan Kepala Inspektorat Palopo Asir Mangopo (kiri) saat menghitung uang pembayaran denda proyek Puskesmas Sendana. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo menerima uang titipan pembayaran denda atas pengerjaan proyek Puskesmas Sendana, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Pembayaran denda oleh pihak penyedia/rekanan yakni PT Arkana Sinergi Indonesia.

Diterima Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Palopo Antonius Bangun Silitonga, disaksikan Kepala Inspektorat Palopo Asir Mangopo dan Kasi Intel Kejari Heru Rustanto.

Harusnya proyek yang menggunakan APBD tahun 2020 senilai Rp 4,5 miliar itu selesai di akhir 2020.

Namun mandek dan menyeberang ke tahun 2021.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo
mendapati temuan dari hasil penyelidikan dugaan korupsi proyek tersebut.

Kasi Pidsus Antonius Bangun Silitonga mengatakan, atas temuan tersebut, pelaksana proyek membayar kerugian negara sebesar Rp 204.482.070.

Itu berdasarkan hasil audit oleh BPK Wilayah Sulsel diikuti Tim Pemeriksa Inspektorat.

"Dari audit tersebut ditemukan kerugian negara berupa denda. Denda ini terkait keterlambatan waktu pekerjaan," kata Antonius saat menerima pembayaran denda di Kantor Kejari Palopo Jumat (29/10/21) siang.

Dalam penyelidikan ini, Kejari memeriksa secara maraton mulai dari penyedia dalam hal ini PT Arkana Sinergi Indonesia.

Kemudian pihak Dinas Kesehatan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pengguna Anggaran (PA), bendahara, tim teknis dan konsultan pengawas.

Dan terakhir Kepala Inspektorat Palopo Asir Mangopo selaku pengawas internal pemerintah.

Untuk pembayaran denda tersebut, sementara akan dititipkan di rekening penampungan kejaksaan.

"Karena masih ada proses penyelidikan yang kita lakukan, jadi untuk sementara uang ini kami terima dan kami titipkan sementara di rekening penampungan kejaksaan," ucap Antonius.

"Nanti kami akan putuskan seperti apa hasil dari penyelidikan. Beri kami waktu untuk menyimpulkan hasilnya," jelasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved