Hari Sumpah Pemuda
Pemuda Wajo Peringati Hari Sumpah Pemuda dengan Tanam 1.000 Mangrove
Sejumlah organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan menggelar aksi tanam 1.000 mangrove di pesisir pantai Kecamatan Keera dan Kecamatan Pitumpanua, Wajo
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUNWAJO.COM, KEERA - Sejumlah organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan menggelar aksi tanam 1.000 mangrove di pesisir pantai Kecamatan Keera dan Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Kamis (28/10/2021) sore.
Reboisasi kawasan hutan bakau itu dilakukan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten, Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB), dan Hipermawa Komisariat Keera.
Ada 1.000 bibit mangrove yang ditanam di Desa Paojepe, Kecamatan Keera, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 93 tahun.
Abrasi pantai memang menjadi masalah pelik di wilayah utara Kabupaten Wajo itu.
Menurut Ketua DPD II KNPI Wajo, Heriyanto Ardi, momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda adalah titik awal untuk memulai aksi nyata menyelamatkan pesisir.
"Kita gerakkan untuk mencegah abrasi pantai yang terjadi di pesisir Kecamatan Keera dan Pitumpanua, kegiatan penanaman mangrove ini akan terus berlangsung hingga mampu mengatasi abrasi yang terjadi," katanya.
Ada banyak masyarakat yang mengantungkan hidupnya di daerah pesisir Teluk Bone itu.
Ardi menyebutkan, degradasi lingkungan di pesisir Keera dan Pitumpanua nyata dirasakan masyarakat.
"Apabila kita tidak cegah maka ini akan membahayakan bagi keberlangsungan ekosistem di pesisir, terlebih tambak petani yang berada di pinggir pantai bisa terkikis oleh ombak jika tidak dicegah," katanya.
Alumni Universitas Indonesia Timur itu berharap, gerakan-gerakan nyata pemuda bisa memberikan dampak yang besar bagi masyarakat.
Salah satunya dengan menanam 1.000 mangrove di pesisir pantai yang memang kritis dan perlu ditanami kembali.
Olehnya, Ardi pun berharap bahwa mangrove yang tersisa tidak lagi dibabat oleh masyarakat. Serta, mangrove yang baru saja ditanam bisa dirawat hingga tumbuh dan menjadi penghalang ombak ke daratan.
Pada kesempatan itu, tampak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Nurhidayati Zainuddin hadir dan juga turut menanam bakau.
Anggota Komisi B DPRD Sulsel itu pun memuji langkah para pemuda Kabupaten Wajo itu, lantaran memilih melakukan aksi nyata untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.
"Pemuda yang keren adalah pemuda yang peduli terhadap lingkungan," katanya. (*)