Breaking News:

Tribun Kampus

UMI Bahas Pentingnya Moderasi Beragama Lewat Webinar Internasional

Moderasi beragama adalah sebuah cara pandang terkait proses memahami dan mengamalkan ajaran agama agar melaksanakannya selalu dalam jalur moderat.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/RUDI SALAM
Universitas Muslim Indonesia (UMI) bekerjasama dengan Institute Leimena menggelar Webinar Internasional, Kamis (28/10/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) bekerjasama dengan Institute Leimena menggelar Webinar Internasional, Kamis (28/10/2021).

Webinar ini mengangkat tema 'Moderasi Beragama dan Toleransi Menuju Keberagaman Melalui Pondok Pesantren Bagi Santri: Membangun Bangsa dan Kemanusiaan Melalui Literasi Agama Lintas Budaya'.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UMI Prof Basri Modding dan Direktur Eksekutif Institute Leimena Matius.

Hadir sebagai keynote speaker Wakil Rektor V UMI Bidang Kerjasama dan Promosi Prof Hatta Fatah.

Hadir pula sebagai pembicara Alumni Fakultas Kedokteran UMI dr. Ni Made Ayu Masnathasari, Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid dan Senior Research Fellow University of Washington Dr. Chris Seiple.

Rektor UMI Prof Basri Modding dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan webinar ini untuk mengetahui pentinganya moderasi beragama dan toleransi keberagaman.

Webinar ini juga bertujuan untuk mengetahui peran literasi keagamaan lintas budaya dan program pesantren UMI dalam memperkuat moderasi beragama.

Menurut Prof Basri, moderasi beragama adalah sebuah cara pandang terkait proses memahami dan mengamalkan ajaran agama agar melaksanakannya selalu dalam jalur moderat.

“Moderat di sini tidak berlebih-lebihan atau tidak ekstrim. Jadi moderat dalam beragama adalah menjalankan agama dengan tidak berat sebelah,” jelasnya.

Selain moderasi beragama, terdapat pula sikap toleransi beragama.

Toleransi beragama harus diimplementasikan dalam keseharian seseorang.

Dirinya menuturkan seseorang harus menghargai agama yang dianut oleh orang lain.

“Kita tidak ikut campur agama lain. Kita tidak memaksakan orang lain untuk menganut agama kita. Inilah tolerasi beragama,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute Leimena Matius dalam kesempatan itu memberikan ucapan selamat kepada UMI yang telah meraih akreditasi unggul pertama di luar Pulau Jawa.

“Kami ucapkan selamat kepada rektor dan seluruh jajarannya di UMI. Kami sangat berbangga bermitra bersama UMI,” katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved