Breaking News:

BPJS Kesehatan Makale

Cerita Yuliana Peserta JKN-KIS: Kontrol Tiap Minggu Tapi Tidak Pernah Dikenakan Biaya Pengobatan

Walaupun harus rutin tiap minggu ke rumah sakit dan minum obat yang diresepkan oleh dokter, semua biaya dapat teratasi dengan kartu JKN-KIS

Penulis: Hutami Nur Saputri | Editor: Suryana Anas
Cerita Yuliana Peserta JKN-KIS: Kontrol Tiap Minggu Tapi Tidak Pernah Dikenakan Biaya Pengobatan
JAMKESNEWS
Yuliana Limbong (55) salah seorang peserta JKN-KIS.

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Rutin kontrol kesehatan tiap minggu tetapi tidak pernah dikenakan biaya pengobatan.

Hal itulah yang dikatakan Yuliana Limbong (55) kepada tim Jamkesnews ketika ditemui sedang menunggu pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Fatima Makale, Jumat (24/09/21).

Yuliana adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki riwayat penyakit stroke.

Pada tahun 2020, ia mulai merasakan gejalanya ketika beberapa bagian tubuhnya secara tiba-tiba tidak bisa digerakkan.

Stroke memang bisa menyerang siapa saja pada kelompok usia manapun terlebih jika memiliki riwayat penyakit faktor risiko tinggi seperti hipertensi.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan pembuluh darah otak mengeras, sehingga aliran darah di otak menjadi kurang lancar.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan stroke ringan.

Jika tidak ditangani, hipertensi berisiko tinggi menimbulkan stroke.

Penyakit stroke yang bermula dari hipertensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya gaya hidup tidak sehat, tetapi ada juga yang disebabkan oleh kecenderungan genetis.

Untuk kasus Yuliana sendiri merupakan faktor keturunan terlihat dari beberapa anggota keluarganya yang juga menderita hipertensi.

“Bukan hanya saya saja yang hipertensi beberapa anggota keluarga saya juga, orang tua dan saudara saya merasakan hal yang sama jadi kemungkinan karena keturunan. Saya sudah beberapa kali menjalani pengobatan bahkan sempat di rawat inap setahun yang lalu karena stroke, tubuh saya susah digerakkan. Sejak saat itu saya benar-benar rutin berobat juga menjaga pola makan saya. Syukurlah sekarang kesehatan saya semakin membaik walaupun masih rutin kontrol tiap minggu,” ujar Yuliana.

Dalam rangkaian pengobatannya, Yuliana bersyukur menjadi salah seorang peserta JKN-KIS, terlebih lagi ia menjadi peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang seluruh iurannya tiap bulan dibayarkan oleh pemerintah daerah.

“Walaupun sekarang harus rutin tiap minggu ke rumah sakit dan minum obat yang diresepkan oleh dokter, puji syukur semua dapat teratasi dengan kartu JKN-KIS. Saya tidak pernah memikirkan masalah biaya karena semuanya telah ditanggung oleh pemerintah. Saya cukup menggunakan manfaatnya saja sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tambahnya.

Yuliana tak hentinya berterima kasih atas bantuan pemerintah dan juga BPJS Kesehatan.

Dirinya berharap agar jaminan kesehatan gratis yang diterimanya dapat berkelanjutan dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved