Tribun Bulukumba
Unjuk Rasa di Kantor Baznas, Aktivis PMII Bulukumba Pertanyakan Transparansi Penyaluran Beasiswa
Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bulukumba, berunjuk rasa di Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bulukumba.
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bulukumba, berunjuk rasa di Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bulukumba.
Mereka berasal dari Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Panrita Husada.
Mereka meminta Baznas Bulukumba transparan dalam menyalurkan beasiswa.
Khususnya terhadap mahasiswa STIKES Panrita Husada Bukukumba.
Puluhan kader PMII yang hadir dalam aksi tersebut saling bergantian berorasi.
Koordinator Lapangan (Korlap) meminta klarifikasi Baznas Bulukumba terkait bagaimana alur penerimaan beasiswa Baznas.
Ketua Baznas Bulukumba, M Yusuf Shandy menyampaikan bahwa di Baznas Bulukumba terdapat banyak program.
Termasuk program sosial, pendidikan, kesehatan dan pendidikan.
"Jadi di Baznas itu tidak ada yang namanya beasiswa, tapi yang ada adalah bantuan pendidikan," katanya di depan mahasiswa.
Ia menegaskan, Baznas Bulukumba sangat transparan dalam mengelola zakat.
Terbukti dengan diterimanya Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama empat tahun berturut-turut.
Wakil Ketua Baznas Bulukumba, KH Tjamiruddin menambahkan, jika Baznas Bulukumba yang membidangi persoalan penerimaan dan penyaluran zakat.
Dia mengatakan, bahwa pihaknya memberikan ke mahasiswa STIKES Panrita Husada Bulukumba itu adalah bantuan pendidikan dan itu bersumber dari zakat para dosen di STIKES sendiri.
"Jadi itu uang bersumber dari dosen-dosen STIKES melalui Unit Penyaluran Zakat (UPZ). Dana yang terkumpul itu 70 persen kita kembalikan ke dia (STIKES)," jelasnya.
"Tergantung dia bagaimana pengelolaannya, sementara masuk ke Baznas sebanyak 30 persen," tambahnya. (TribunBulukumba.com)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi