Bank Syariah Indonesia
Laba Bank Syariah Indonesia Tumbuh 34,29% YoY
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membuktikan kinerja perbankan syariah bisa cemerlang di masa pandemi covid-19.
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membuktikan kinerja perbankan syariah bisa cemerlang di masa pandemi covid-19.
Ditandai dengan prospek dan potensi ekonomi syariah besar dalam membangkitkan ekonomi dari tekanan krisis di dalam negeri.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi mengatakan, masyarakat melihat perbankan syariah sebagai alternatif layanan jasa keuangan karena lebih transparan.
Di samping itu lebih berpihak kepada publik dan tidak memberatkan.
"Selain itu, perbankan syariah mempermudah masyarakat melakukan transaksi sosial," katanya dalam keterangan resmi diterima Tribun Timur, Senin (25/10/2021).
Transaksi sosial yang dimaksud lain, zakat, infaq dan wakaf tanpa harus berinteraksi langsung.
Hery yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menjelaskan, di tengah kondisi ekonomi yang menantang karena pandemi Covid-19, total aset perbankan syariah secara nasional tetap tumbuh.
Pada Juli 2021, aset perbankan syariah di Tanah Air tumbuh sekitar 16,35 persen.
Pembiayaan tumbuh 6,82 persen.
Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 17,98 persen.
“Ini tanda-tanda positif, artinya sebagaian masyarakat sudah melirik perbankan syariah karena cukup kompetitif," ujar dia.
Sedangkan kinerja BSI di semester I/2021, mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp1,48 triliun, atau naik sekitar 34,29% secara year on year (yoy).
Kenaikan laba tersebut dipicu pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) berkualitas.
BSI berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp247,3 triliun hingga Juni 2021.
Jumlah itu naik sekitar 15,16 persen secara yoy.
Untuk pembiayaan, BSI menyalurkan Rp161,5 triliun atau tumbuh sekitar 11,73 persen secara yoy.
"Dengan angka tersebut, BSI berhasil menguasai pangsa pasar industri perbankan Syariah di Indonesia saat ini," jelasnya.
Untuk menjaga pertumbuhan ke depan, Hery menyebut BSI akan terus meningkatkan kapabilitas digital.
Dapat dilihat dari volume transaksi kanal digital BSI yang tumbuh signifikan sepanjang triwulan kedua 2021.
Hingga Juni 2021, nilai transaksi kanal digital BSI sudah menembus Rp 95,13 triliun.
"Hal ini didorong oleh jumlah pengguna mobile banking yang menembus 2,5 juta," sebutnya.
Ia menambahkan, karena kinerja gemilang tersebut Hery pun mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Syariah kategori Praktisi dalam acara Awarding Best Syariah 2021. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/direktur-utama-bsi-hery-gunardi-kedua-dari-kiri-25102021.jpg)