Breaking News:

Pesona Desa Maros

Berkat Bantuan Donatur, Bayi Pengidap Hidrosefalus di Desa Jenetaesa Akhirnya Dirujuk ke Rumah Sakit

Sejak menginjak usia 2 bulan, Muhammad Ibrahim mengalami gejala membesarnya kepala dan memiliki kelainan pada mata. Ia divonis menderita hidrosefalus.

Penulis: Hutami Nur Saputri | Editor: Sudirman
Harmiah
Muhammad Ibrahim, bayi penderita hidrosefalus di Desa Jenetaesa dapat bantuan biaya pengobatan. 

Laporan Harmiah

Kasi Pemerintahan Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Maros.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Nasib malang menimpa bayi berusia 4 bulan di Dusun Bantimurung, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Sejak menginjak usia 2 bulan, ia mengalami gejala membesarnya kepala dan memiliki kelainan pada bagian mata.

Setelah diperiksakan ke dokter, bayi yang bernama Muhammad Ibrahim itu divonis mengidap penyakit Hidrosefalus.

Hidrosefalus merupakan penyakit yang disebabkan oleh pengumpulan cairan otak yang berlebihan sehingga kepala membesar melebihi ukuran normal.

Sementara orangtua Ibrahim tidak sanggup membiayai pengobatan lantaran dibelenggu kemiskinan.

Muhammad Ibrahim, bayi pengidap Hidrosefalus di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Maros.
Muhammad Ibrahim, bayi pengidap Hidrosefalus di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Maros. (Harmiah)

Ayah Ibrahim, Ilyas bekerja sebagai buruh nelayan di Kendari.

Sementara ibunya, Suleha adalah seorang tukang jahit di Dusun Bantimurung.

Setiap hari Ilyas harus banting tulang bekerja sebagai buruh nelayan dengan ikut kapal membantu mencari ikan di laut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved