Breaking News:

Tribun Selayar

Polisi Akui Kasus Bom Ikan di Selayar Butuh Penanganan Serius

Berdasarkan penyelidikan, alat tangkap yang biasa digunakan para pelaku seperti bahan peledak ternyata berasal dari luar Selayar. 

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
Dok Wahyu
Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Ujang Darmawan. 

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Destructive Fishing alias penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan, masih marak terjadi.

Termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Itu diakui oleh Kapolres Selayar, AKBP Ujang Darmawan, Sabtu (23/10/2021).

Penegakan hukum yang selama ini dilakukan belum bisa memberikan efek jera.

Karena dari tahun ke tahun kasus yang sama terus terjadi.

Dan bahkan tak jarang sampai menelan korban jiwa. 

“Memang masalah ini adalah sebuah dilema. Dari tahun ke tahun itu terjadi terus. Sudah banyak upaya yang kita lakukan namun persoalan itu masih terus ada,” jelasnya. 

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, alat tangkap yang biasa digunakan para pelaku seperti bahan peledak ternyata berasal dari luar Selayar. 

Bahkan pengolahan bahan peledaknya pun dilakukan di luar Selayar.

“Berdasarkan keterangan yang berhasil kami dapatkan bahan bakunya itu berasal dari wilayah luar bukan dari Selayar. Itupun diolahnya juga dari luar," jelas dia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved