Breaking News:

Citizen Reporter

Pembimas Buddha Sulsel Gelar Pembinaan Keluarga Hitta Sukhaya

Terwujudnya keluarga Hitta Sukhaya menjadi pondasi penting terciptanya kedamaian dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat

Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
Citizen Reporter/Miguel Dharmadjie
Pembinaan Keluarga Hitta Sukhaya yang diadakan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan di Danau Tempe Room, Arthama Hotels Losari, Makassar pada Minggu (17 Oktober 2021). 

Citizen Reporter, Miguel Dharmadjie, S.T., CPS®, CCDd®, Penyuluh Agama Buddha Non PNS Prov. Sulsel

Lima puluh orang pasangan suami istri pengurus Rumah Ibadah Agama Buddha se-kota Makassar mengikuti kegiatan Pembinaan Keluarga Hitta Sukhaya yang diadakan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan di Danau Tempe Room, Arthama Hotels Losari, Makassar pada Minggu (17 Oktober 2021).

Kegiatan bertema “Melalui Pembinaan Keluarga Hitta Sukhaya, Kita Wujudkan Keluarga Buddhis yang Sehat, Bahagia dan Sejahtera” dibuka secara resmi oleh Pembimas Buddha Sulsel Pandhit Amanvijaya, S.Ag., M.M., M.Pd.B.

Mengawali sambutannya Pembimas Buddha Sulsel mengatakan, ada dua macam pilihan kehidupan dalam agama Buddha, yaitu : sebagai pertapa dan sebagai perumah tangga.

Tujuan dari dua macam pilihan itu adalah untuk memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan, termasuk sebagai perumah tangga adalah terwujudnya keluarga bahagia yang dikenal sebagai keluarga Hitta Sukhaya.

Lebih lanjut dikatakan, “Bagi umat Buddha yang telah memilih dan memutuskan menempuh kehidupan berumah tangga hendaknya dapat mempersiapkan diri dengan baik dan terus membina diri agar keluarga Hitta Sukhaya yang menjadi idaman dapat terwujud. Keluarga Hitta Sukhaya akan dapat terwujud jika setiap individu dapat memahami hak dan kewajibannya sebagai pasangan suami istri, dan juga dapat memahami hak dan kewajibannya sebagai orang tua kelak.”

Terwujudnya keluarga Hitta Sukhaya menjadi pondasi penting terciptanya kedamaian dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dan juga menjadi pilar penting dalam membangun peradaban bangsa dan negara di masa depan dan berjalannya pembangunan nasional.

“Karenanya, dalam membina kehidupan berumah tangga tetaplah untuk selalu melakukan introspeksi diri masing-masing agar dapat saling terbuka menerima kelebihan dan kekurangan pasangannya, mengedepankan komunikasi harmonis yang saling menghormati dan menghargai pasangannya, dan bersama-sama bersatu padu mewujudkan keluarga Hitta Sukhaya; keluarga Buddhis yang sehat, bahagia dan sejahtera, “ pesan Pembimas Buddha.

Usai sambutan dari Pembimas Buddha, para peserta berturut-turut memperoleh beragam materi berupa : “Manajemen Keuangan Keluarga Buddhis” (Bankir, Dr. Ir. Yonggris, M.M.), “Nilai-nilai Ajaran Buddha dalam Berumah Tangga” (Rohaniwan, Pdt. Hemajayo Thio), dan “Pentingnya Peran Komunikasi yang Baik dalam Keluarga” (Praktisi Komunikasi, Deny Azis, S.S., CPS®).

Kegiatan Pembinaan Keluarga Hitta Sukhaya yang berlangsung sehari dengan menerapkan protokol kesehatan ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian kegiatan yang diadakan oleh Pembimas Buddha Sulsel di tahun 2021.*

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved