Breaking News:

Tribun Sulsel

Pemprov Sulsel Dorong UMKM Penuhi Ketentuan SNI

Sosialisasi SNI Bina UMKM ini agar UMKM di Sulsel siap bersaing di dalam negeri dan pasar global. 

Editor: Hasriyani Latif
Pemprov Sulsel Dorong UMKM Penuhi Ketentuan SNI - abdul-hayat-gani-sosialisasi-sni-1.jpg
Humas Pemprov Sulsel
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, saat menghadiri sosialisasi Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI) Bina UMKM yang berlangsung secara virtual zoom meeting di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (22/10/2021).
Pemprov Sulsel Dorong UMKM Penuhi Ketentuan SNI - abdul-hayat-gani-sosialisasi-sni-2.jpg
Humas Pemprov Sulsel
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, saat menghadiri sosialisasi Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI) Bina UMKM yang berlangsung secara virtual zoom meeting di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (22/10/2021).

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus mendorong agar UMKM memenuhi ketentuan Standarisasi Nasional Indonesia (SNI).

Apalagi, persaingan pasar saat ini semakin kompetitif.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, saat menghadiri sosialisasi Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI) Bina UMKM yang berlangsung secara virtual zoom meeting di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (22/10/2021).

Iapun menyambut baik acara sosialisasi SNI Bina UMKM ini agar UMKM di Sulsel siap bersaing di dalam negeri dan pasar global. 

Dalam sambutannya, Abdul Hayat menjelaskan, sejak tahun 2008 telah terjalin kerjasama antara BSN dan Pemprov Sulsel, yang mencakup pertukaran dan silang layanan informasi standardisasi.

Antara lain, dalam perumusan standar meliputi usulan standar baru produk unggulan daerah dan partisipasi dalam jajak pendapat penyusunan standar.

Kemudian, penerapan standar meliputi pengembangan lembaga penilaian kesesuaian (laboratorium, lembaga inspeksi dan lembaga sertifikasi), industri dan institusi yang akan menerapkan SNI.

Riset pasar dan diseminasi hasil riset di bidang standardisasi, serta pelatihan dan promosi standardisasi.

Menurutnya, selama pandemi, pelaku UKM menghadapi sejumlah tantangan.

Di antaranya, kesulitan memperoleh modal, kesulitan mengakses modal dari perbankan, hingga kesulitan mendapat bahan baku karena suplai bahan baku berkurang. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved