Breaking News:

Mafia Tanah di Makassar

Mafia Tanah di Makassar Pakai Jaringan Aparat, Pejabat, hingga Orang Istana, DPRD Tak Gentar

DPRD Sulsel siap memberikan dukungan penuh kepada Kantor Wilayah Sulsel Kementerian ATR/BPN untuk memberantas mafia tanah

Editor: Edi Sumardi
DOK TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Selle KS Dalle 

Laporan jurnalis Tribun-Timur.com, Ari Maryadi

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - DPRD Sulsel siap memberikan dukungan penuh kepada Kantor Wilayah Sulsel Kementerian ATR/BPN untuk memberantas mafia tanah di Kota Makassar, Sulsel.

Mafia tanah sangat meresahkan sebab merampas tanah negara hingga memegang sertipikat bodong.

“Yang menarik ada indikasi keterkaitan salah satu pejabat di lingkaran Istana,” kata Ketua Komisi A (bidang pemerintahan) DPRD Sulsel, Selle KS Dalle, Jumat (15/10/2021).

Legislator Partai Demokrat ini mengungkapkan gaya main mafia tanah yang punya jaringan di mana-mana.

Baca juga: Moeldoko Surati Gubernur Sulsel: Tunda Hibah Lahan Masjid Al Markaz

Misalnya ada jaringan oknum aparat penegak hukum, ataupun pejabat struktural lainnya.

Hasil penelusuran BPN Sulsel, ada indikasi mafia tanah ikut terlibat dalam kasus lahan Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf.

Baca juga: Ada Indikasi Pejabat Istana Terkait Mafia Tanah di Makassar, Lahan Masjid Al Markaz Pun Digugat

Selle telah menghubungi langsung Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Sulawesi Selatan, Bambang Priono.

“Komisi A DPRD Sulsel sangat support. Kami sudah hubungi, kami dukung penuh, kalau ada kebijakan dibutuhkan terkait pemberantasan mafia tanah, dan itu harus lahir di DPRD Sulsel, maka kami siap back up penuh,” kata legislator asal Soppeng ini.

Selle mengatakan, ancaman mafia tanah adalah masalah laten yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved