Breaking News:

Mafia Tanah di Makassar

Moeldoko Surati Gubernur Sulsel: Tunda Hibah Lahan Masjid Al Markaz

Nama Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko ada dalam kisruh sengketa lahan Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf,

Editor: Edi Sumardi
KOMPAS.COM/HARYANTI PUSPASARI
Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko 

TRIBUN-TIMUR.COM - Nama Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko ada dalam kisruh sengketa lahan Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf, di Kelurahan Barayam Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kok bisa?

Bermula dari surat berkop Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia dikirim kepada Gubernur Sulawesi Selatan pada saat itu, Nurdin Abdullah tertanggal 1 Oktober 2019.

Surat tersebut ditandatangani Moeldoko, mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia atau TNI.

Hal dalam surat adalah penunandaan hibah lahan eks Verponding 1182 di Kelurahan Baraya, Makassar.

Melalui suratnya, Moeldoko meminta Pemprov Sulsel menunda pemberian hibah lahan Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf, sebelum kepemilikan lahan memenuhi azas free, clean, and clear.

“Tanah/lahan tersebut masih berstatus di bawah kepemilikan ahli waris yang memiliki bukti-bukti cukup kuat untuk bisa diambil alih menjadi milik negara,” demikian salinan isi surat.

Surat dari Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko kepada Gubernur Sulawesi Selatan pada saat itu, Nurdin Abdullah tertanggal 1 Oktober 2019. Ditembuskan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Sulsel, Bambang Priono.
Surat dari Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko kepada Gubernur Sulawesi Selatan pada saat itu, Nurdin Abdullah tertanggal 1 Oktober 2019. Ditembuskan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Sulsel, Bambang Priono. (HANDOVER)

Surat yang dikirim kepada Gubernur Sulsel juga ditembuskan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Sulsel, Bambang Priono.(*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved