Breaking News:

Tribun Wajo

Soal Cagar Budaya Masjid Tua Tosora, Ini Penjelasan Bupati Wajo

Struktur Cagar Budaya Masjid Tua Tosora di Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo kini dalam tahap kritis.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Upaya perlindungan cagar budaya Masjid Tua Tosora dengan cara mendirikan atap di kawasan reruntuhan masjid, yang terletak di Desa Tosora, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Struktur Cagar Budaya Masjid Tua Tosora di Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo kini dalam tahap kritis.

Olehnya, Pemerintah Kabupaten Wajo pun melakukan upaya perlindungan situs dengan cara mendirikan atap di kawasan reruntuhan Masjid Tua Tosora.

Sempat menjadi polemik, Bupati Wajo, Amran Mahmud pun angkat bicara terkait kegiatan perlindungan cagar budaya yang berada di Desa Tosora itu.

"Itu kan cuma melindungi saja, cagar budaya yang ada di sana (Tosora)," katanya, saat diwawancara Tribun Timur, Rabu (13/10/2021).

Upaya perlindungan itu kemudian menjadi polemik lantaran tak sesuai dengan SK Bupati Wajo 836/2019 tentang penetapan Masjid Tua Tosora sebagai struktur cagar budaya Kabupaten Wajo.

Poinnya, dalam hal struktur cagar budaya Masjid Tua Tosora sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu, setiap orang dilarang melakukan pelestarian tanpa didasarkan pada hasil studi kelayakan yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis, akademisi, dan administrasi.

Sejauh ini, upaya perlindungan telah berjalan tanpa adanya hasil kajian yang rampung dan menjadi rujukan kegiatan perlindungan, dan hal itu tak ditampik oleh Amran Mahmud.

"Tidak ada yang diganggu, hanya melindungi saja. Kasihan kalau hancur. Apa lagi yang mau dilindungi, habis waktu," katanya.

Menurutnya, upaya perlindungan itu seiring sejalan dengan proses kajian yang ada.

"Sambil berproses juga 2019 ini, karena saya sudah lihat. Bayangkan 2019 sampai sekarang ini belum ada hasilnya, sampai saya selesai tidak ada yang bisa dilihat, habis juga di sana tambah rusak. Makanya sambil kita jalan, melindungi, tanpa tidak ada menggangu sedikit pun, sambil berjalan juga kajian itu," katanya.

Alumni Pascasarjana UIN Alauddin Makassar itu menyebutkan, sumber dana yang digunakan untuk melakukan perlindungan cagar budaya masih bersifat swadaya.

"Saat ini masih swadaya," katanya.

Masjid Tua Tosora diyakini sebagai masjid tertua yang ada di Kabupaten Wajo.

Dibangun pada tahun 1621 pada masa pemerintahan Arung Matoa XVI La Tenri Lai To Uddamang.

Dalam kompleks masjid tua tersebut, ada beberapa makam kuno, baik yang telah diidentifikasi maupun yang belum teridentifikasi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved