Breaking News:

Pria Penyuka Sesama Jenis Dihabisi saat Kondisi Tidur,10 Tikaman Dikepala Korban Karena Pelaku Emosi

pelaku ASS mengutarakan motifnya menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati uang yang dijanjikan tak diberikan.

Editor: Waode Nurmin
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Kadiv Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi (kiri) menginterogasi tersangka ASS (dua kiri) disaksikan Direskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja (kanan) saat gelar kasus pembunuhan, di Mapolda Sumut, Medan, Rabu (13/10/2021). Ditreskrimum Polda Sumut bersama Satreskrim Polrestabes Medan berhasil menangkap ASS (30) di Provinsi Aceh ketika mencoba melarikan diri setelah membunuh pasangan sejenisnya di Hotel Hawai karena sakit hati. 

Pihak keluarga sendiri tidak tahu dan tidak mengenal rekan korban. Selama ini, korban tidak pernah bercerita menyangkut masalah pekerjaannya pada keluarga.

"Gak tau berantam adik saya ini. Sehingga di bantai pun dia enggak ada perlawanan atau apa lah," ujar

Kakak kandung korban, Ilda Sinambela, mengungkapkan, adiknya masih bertatus lajang dan merupakan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga tersebut. Sehingga pihak keluarga menjadi sangat kehilangan.

"Kalau dia (pelaku) memang mau mengambil mobil itu, ya uda diambil aja. Jangan nyawa adik kita juga," ucapnya lirih.

Ia berharap agar pihak kepolisian mengungkap kasus tersebut yang sudah mengambil nyawa sang adik. "Ya segera ditemukan lah pelakunya," harapnya.

Ilda Sinambela, kakak kandung korban menceritakan awalnya sempat berjumpa dengan sang adik dan pamit untuk pergi bekerja pada hari Jumat (8/10/2021) sekitar pukul setengah 4 sore.

"Hari Jumat sekitar jam setengah 4 sore, ia pergi, dan memang kita masih sempat jumpa. Dia pergi kerja, dia bawa laptopnya," ujarnya

Korban pamit bersama sang ibu dan kakaknya tersebut.

"Saya pergi kerja dulu ya, kata dia (Benny) sama mama. Saya pun pulang ke rumah saya. Karena rumah kami pun berdekatan," terangnya.

Usai pergi, Ilda tidak mendapat komunikasi dengan korban. Hingga ditemukan tewas di sebuah Hotel Hawai.

"Sejak itu enggak ada komunikasi lagi. Mamak pun ntah kenapa enggak ada ngomong. Biasanya 'Ben pulang kau ben'," sebutnya.

Hingga pada hari Sabtu (9/10/2021), pihak keluarga mendapat informasi dari polisi yang datang ke rumah tersebut dan memberikan informasi tentang kematian sang adik.

"Kepolisian datang kemari. 'Ini rumah Sinambela ya?' Tanya polisi itu. Terus kami bilang, "iya. Kenapa?'. Lalu dijawab polisi, ' iya dia terjadi pembunuhan'," sebutnya mengikuti kata polisi.

Mendengar informasi itu, sang mamak langsung menangis sejadi - jadinya. Namun pihak keluarga tidak mengetahui siapa pembunuh si adik.

Hingga kini jenazah sudah tiba di rumah duka untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga, setelah dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Medan.

Mobil Ditemukan di Binjai

Sebelumnya, polisi telah mengamankan mobil milik korban Beni MP Sinambela. Mobil merek Wuling bernopol BK 1301 AJZ itu ditemukan di daerah Kota Binjai, setelah dibawa kabur oleh pelaku.

Keluarga korban, Mangunsong, mobil korban yang dibawa oleh pelaku diamankan dari Kota Binjai.

"Info dari polisi diamankan di Binjai mobilnya. Cuma gak dikasih tahu pelakunya ditangkap juga apa enggak," kata Mangunsong, Senin kemarin.

Sementara Ilda Sinambela, kakak kandung korban, mengaku tidak tahu lokasi temuan mobil tersebut.

"Polisi tidak bilang ditemukan di mana. Namun katanya mobil adik kami ini sudah ditemukan," kata Ilda Sinambela ditemui Tribun-Medan.com di rumah duka Jalan Medan-Batangkuis Kecamatan Percut Seituan, Senin (11/10/2021).

Ilda mengatakan, saat keluarga bertanya mengenai lokasi penemuan mobil korban, polisi meminta keluarga bersabar. "Saya sudah tanya di mana, tapi pihak kepolisian bilang 'nanti aja buk'," terangnya.

Ia juga mengatakan, pihak kepolisian sempat meminta kunci cadangan mobil milik korban. "Mereka minta kunci serap (cadangan)," ujarnya.

Foto semasa hidup Benny MP Sinambela, korban pembunuhan di Hotel Hawai, Jalan Jamin Ginting Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (10/10/2021).
Foto semasa hidup Beni MP Sinambela, korban pembunuhan di Hotel Hawai, Jalan Jamin Ginting Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (10/10/2021). (TRIBUN MEDAN/ALVI)

Kronologi

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di kamar hotel Hotel Hawai yang ada di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sabtu (9/10/2021).

Korban teridentifikasi bernama Beni MP Sinambela, warga Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan. Ia ditemukan tewas dengan luka tikam di sekujur tubuhnya.

Edi, pegawai Hotel Hawai, mengatakan, Beni datang bersama teman prianya menumpangi mobil Wuling BK 1301 AJZ sekira pukul 07.30 WIB, Sabtu (9/10/2021).

Keduanya memesan kamar dengan alasan hendak beristirahat. "Saat datang, keduanya tidak ada ribut-ribut," kata Edi, Sabtu.

Selanjutnya, pihak hotel memberikan kunci di kamar nomor 200 dengan fasilitas Air Conditioner seharga Rp 72 ribu. Keduanya kemudian pergi ke kamar yang berada di lantai 2 tersebut.

Korban pembunuhan, di Hotel Hawai, di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (9/10/2021).
 
Korban pembunuhan, di Hotel Hawai, di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (9/10/2021).   (HO)

Dari pengakuan Edi, saat dia mengantarkan handuk, keduanya masih baik-baik saja. Jelang pukul 13.30 WIB, barulah terdengar ribut-ribut di kamar yang dihuni korban dan pelaku.

Saat terdengar ribut-ribut di lantai 2, pegawai hotel bernama Yusuf dan seorang rekannya datang untuk mengecek. Keduanya mendobrak kamar nomor 200 yang menjadi sumber keributan.

Saat itulah, mereka melihat seorang pria memegang senjata tajam yang berlumuran darah, sedangkan Beni tampak sekarat dengan luka tusukan di sekujur tubuh.

Sambil menghunus senjata tajam, pria itu pun mengancam akan membunuh kedua pegawai hotel tersebut. "Saya dobrak pintunya. Baru pembunuh ini mengancam saya dengan senjata tajam," ujar seorang pegawai hotel.

Mendapat pengancaman seperti itu, keduanya langsung lari dan mengabari kepada rekannya yang lain agar menutup portal akses keluar masuk hotel.

"Setelah melihat itu saya meminta pertolongan ke kawan-kawan agar menutup portal untuk mencegah pelaku melarikan diri," ujarnya.

Adapun pelaku, usai melontarkan ancaman, langsung berlari meninggalkan kamar hotel menuju parkiran mobil.

Di sisi lain, sejumlah pegawai hotel sudah menutup portal besi untuk mencegah pelaku kabur.

Namun, pelaku tetap nekat. Ia langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi dan menabrak portal besi tersebut.

"Kami kejar. Ngebut-ngebut dia. Ditabraknya portal sampai bengkok. Kami kejar, udah enggak dapat lagi," ucap Edi, penjaga pintu masuk hotel.

Dari penuturan para saksi, pelaku memacu kendaraannya ke arah Berastagi, Kabupaten Karo.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul PELAKU Pembunuhan Hotel Hawai dan Korban Baru Tiga Kali Bertemu, Habisi Nyawa Korban saat Tidur

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved