Breaking News:

Polisi Smackdown Mahasiswa

Polisi yang Smackdown Mahasiswa Minta Maaf & Peluk Korban, Brigadir NP: Saya Siap Bertanggung Jawab

Aksi seorang oknum Polisi Smackdown Mahasiswa jadi perbincangan di jagad maya. Terbaru, Brigadir NP meminta maaf kepada korban dan keluarganya.

Editor: Sakinah Sudin
Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
Kolase: capture video viral polisi smackdown mahasiswa (Twitter) dan Brigadir NP meminta maaf kepada korban (Instagram @permadiaktivis2/ @polreskotatangerang) 

Tapi dia terlihat sambil menahan pegal yang ada di pinggangnya.

Dari video yang beredar di grup WhatsApp, MFA tampak segar dan bisa berkomunikasi secara lancar.

"Saya enggak ayan, saya enggak mati, sekarang masih hidup dalam keadaan baik-baik saja," kata Fariz.

Dia juga hanya merasa pegal-pegal saja usai dibanting keras-keras oleh anggota Polresta Tangerang.

GAM Kecam Aksi Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

Organisasi Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) melalui Panglima, Aswan mengungkapkan mengecam tindakan represif yang terjadi.

Terlebih dari tindakan tersebut diketahui sang mahasiswa yang tergabung dalam massa aksi sampai pingsan dan kejang-kejang.

"Pengamanan dan penertiban oleh kepolisian terjadi tindak kekerasan fisik terhadap pengunjukrasa. Fakta ini kita lihat bersama dari banyaknya foto dan video yang beredar dimedia sosial," tuturnya.

"Penegak hukum atas alasan apapun tidak dapat dibenarkan, terlebih lagi yang menjadi korban tindakan kekerasan tersebut adalah kaum intelektual yang menyampaikan aspirasi di muka umum sebagai bentuk kontrol terhadap pemerintah," ucap Panglima GAM ini.

Ia melanjutkan tindakan tersebut sangat disesalkan. Pasalnya, lagi-lagi masalah tindakan represif ini tak sekali atau dua kali saja terjadi.

"Semestinya dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, aparat kepolisian harus berlandaskan pada aturan yang berlaku dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia terlebih lagi imbauan dari Kapolri meminta anggota dan jajaranya untuk tidak bersikap reaktif saat menyikapi penyampaian aspirasi intruksi itu disampaikan langsung oleh jendral Litsyo sigit Prabowo pada surat telegram ,862/IX/PAM.III/2021 Ini tentu sudah tidak sesuai dengan SOP yang dilakukan Oknum kepolisan tersebut," jelasnya.

Mewakili GAM, Aswan mengungkapkan mendesak Kapolda Banten agar mengevaluasi kinerja oknum polisi tersebut.

Ia juga menekankan mahasiswa bukanlah teroris yang harus diperlakukan semena-mena.

Aswan berharap tak ada lagi kejadian serupa saat mahasiswa atau masyarakat menyampaikan aspirasi di depan publik. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved