Breaking News:

Pinjaman Online

Kenali 10 Perbedaan Pinjol Legal dan Ilegal, Jangan Sampai Terjebak

Biasanya, penagih pinjaman online yang meneror korbannya berasal dari perusahaan pinjol ilegal alias tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Editor: Muh. Irham
tribunbali.com
Ilustrasi pinjol 

TRIBUN-TIMUR.COM - Akhir-akhir ini, media sosial dihebohkan dengan berbagai berita tentang korban pinjaman online (pinjol) yang meresahkan. Para penagih utang online tersebut bahkan sampai meneror korbannya.

Biasanya, penagih pinjaman online yang meneror korbannya berasal dari perusahaan pinjol ilegal alias tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Belajar dari kasus-kasus yang meresahkan masyarakat tersebut, Anda perlu mengetahui perbedaan antara pinjol ilegal dan legal agar masyarakat tidak terjebak.

Pasalnya, banyak kasus yang melibatkan orang ketiga, atau masyarakat yang merasa tidak meminjam namun namanya dipakai atau tercantum sebagai peminjam.

Para penagih utang dari pinjol ilegal bahkan sering mengancam korban dengan penyebaran data pribadi maupun kekerasan.

Melansir OJK, selama 2018 hingga 2019 OJK bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Satgas Waspada Investasi (SWI) telah memblokir 1.350 entitas fintech yang beroperasi secara ilegal.

Kejadian ini membuat OJK sering sekali mengingatkan masyarakat tentang bahaya pinjol serta mengenali ciri-ciri pinjol ilegal.

Namun sebelum membahas ciri-ciri dan perbedaan pinjol legal dan ilegal, mari mengenal pinjaman online dan bagaimana cara kerjanya.

Apa itu Fintech?

Melansir OJK, pinjaman online atau fintech merupakan inovasi pada industri jasa keuangan yang memanfaatkan penggunaan teknologi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved