Breaking News:

Myanmar

Indonesia dan ASEAN Mediasi ke Junta Myanmar, Tapi Dilarang Ketemu Aung San Suu Kyi, Ini Alasannya?

Junta izinkan utusan perwakilan negara Asia Tenggara termasuk Indonesia untuk mengunjungi negara itu. Tapi tak bertemu bertemu dengan Aung San Suu Kyi

Tribunnews.com
Aung San Suu Kyi dan Junta militer Jenderal Ming Aung. Junta izinkan utusan perwakilan negara Asia Tenggara termasuk Indonesia untuk mengunjungi negara itu. Tapi tak bertemu bertemu dengan Aung San Suu Kyi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pihak ASEAN dan juga perwakilan Indonesia diterima junta militer yang saat ini berkuasa di Myanmar.

Junta mengizinkan utusan khusus perwakilan negara Asia Tenggara termasuk Indonesia untuk mengunjungi negara itu.

Hanya saja, pihak militer tak akan mengizinkan perwakilan ASEAN untuk bertemu dengan Aung San Suu Kyi.

Dikutip dari Reuters, Aung San Suu diketahui ditahan sejak digulingkan pada kudeta 1 Februari 2021.

Juru bicara junta mengklaim, mantan pimpinan yang terpilih secara demokratis tersebut didakwa melakukan kejahatan.

Hal itu pula yang menyebabkan junta tak memberi izin ASEAN untuk bertemu Aung San Suu Kyi.

Juru bicara Zaw Min Tun mengatakan, penundaan di PBB yang menyetujui pencalonan duta besar PBB dari pemerintah militer bermotif politik.

Dia mengatakan PBB dan negara-negara serta organisasi lain "harus menghindari standar ganda ketika mereka terlibat dalam urusan internasional".

Pernyataan juru bicara itu, yang dikeluarkan oleh militer dalam ringkasan tertanggal Rabu (13/10/2021), datang ketika tekanan internasional meningkat pada junta untuk menerapkan rencana perdamaian lima poin yang disepakati oleh jenderal utamanya Min Aung Hlaing pada bulan April dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Myanmar berada dalam kelumpuhan politik dan ekonomi sejak kudeta militer 1 Februari, yang memicu curahan kemarahan dan protes yang belum mereda, dengan beberapa warga sipil membentuk milisi untuk menghadapi tentara yang kuat.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved