Breaking News:

Konflik China Taiwan

Sumpah Militer China: Kami Akan Hancurkan Pihak yang Berani Pisahkan China dengan Taiwan

Dalam editorial surat kabar miliknya, PLA Daily, militer China menyatakan keyakinannya untuk menggagalkan semua campur tangan eksternal

Editor: Muh. Irham
AFP Photo
Militer China dalam parade di Alun-alun Tiananmen di Beijing, Kamis (3/9/2015), menandai peringatan 70 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketegangan antara China dan Taiwan terus memanas. Baru-baru ini, militer China mengeluarkan peringatan keras kepada semua pihak yang akan memisahkan China dan Taiwan.

Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah membagikan video pasukan "kejutan" yang melakukan pendaratan di pantai dan latihan penyerangan tepat di seberang laut dari pulau itu.

Dalam editorial surat kabar miliknya, PLA Daily, militer China menyatakan keyakinannya untuk menggagalkan semua campur tangan eksternal dan tindakan separatis 'kemerdekaan Taiwan'.

"Jika pasukan separatis 'kemerdekaan Taiwan' berani memisahkan Taiwan dari China dengan nama apa pun dan dengan cara apa pun, Tentara Pembebasan Rakyat akan dengan tegas menghancurkannya dengan segala cara," bunyi editorial PLA Daily yang dinukil Russia Today, Selasa (12/10/2021).

Sebelumnya pada hari Senin, surat kabar PLA telah memposting video di akun Weibo-nya yang menunjukkan latihan militer baru-baru ini, di mana beberapa gelombang tentara berlatih menguasai pantai.

Video tersebut menunjukkan tentara China menyerbu pantai menggunakan perahu kecil, menerobos kawat berduri dan rintangan lainnya, menggali parit di gundukan pasir, dan berlatih bertarung melalui hutan.

Menurut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), aksi tersebut melibatkan pasukan “kejut”, pencari ranjau dan spesialis perahu.

Latihan tersebut dilaporkan dilakukan di provinsi Fujian, yang hanya berjarak 180 kilometer di seberang selat dari Taiwan.

China menganggap pulau Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya di bawah kebijakan 'Satu Cina'. Taiwan telah diperintah oleh kaum nasionalis yang mundur ke sana setelah kalah perang saudara dari Komunis pada tahun 1949.

Selain itu, stasiun televisi negara CCTV dilaporkan juga menayangkan rekaman latihan tembakan langsung yang menampilkan kapal perang dari Komando Teater Timur PLA dalam manuver tempur tiruan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved