Breaking News:

Tribun Gowa

Balai Gakkum dan LHK Sulawesi Minta TNI dan Polri Awasi Tambang DAS Jeneberang

Kepala Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum dan LHK) Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan, menyoroti kerusakan DAS Jeneberang.

Penulis: A Syahrul Khair | Editor: Sudirman
ari maryadi/tribungowa.com
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menggelar pertemuan dengan Kabalai BPDAS Jeneberang-Sa'dang, Entang Sofyan. 

Laporan Wartawan Tribun, A Syahrul Khair

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Kepala Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum dan LHK) Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan, menyoroti kerusakan DAS Jeneberang.

Ia mengakui, banyak faktor penyebab kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang.

"Penyebab kerusakan DAS Jeneberang banyak faktor penyebabnya dari hulu ke hilir," kata Dodi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan melalui WhatsApp. Senin (11/10/2021).

Adanya dampak kerusakan DAS Jeneberang ini, Dodi Kurniawan meminta komitmen.

Baik secara kolaboratif semua pihak. Tentunya untuk menjaga DAS Jeneberang.

Upaya pencegahan dan penanggulangan kerusakan harus diperhatikan secara betul-betul.

Seperti melibatkan penegak hukum dari Kepolisian, Kejaksaan, dan TNI maupun masyarakat.

"Pemerintah pusat dan daerah harus selalu menjaga lingkungan hidup yang lebih baik," tambahnya.

Salah satu penyebab kerusakan lingkungan di wilayah DAS Jeneberang adalah kegiatan tambag.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved