Tribun Makassar
Angka Putus Sekolah di Makassar Capai 4.508 Anak, Disdik Minta Dinsos Turun Tangan
Sekretaris Dinas Pendidikan Makassar, Amalia Malik mengatakan, Dinas Sosial diharap berkontribusi dalam mengidentifikasi siswa putus sekolah.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pendidikan Kota Makassar akan mengidentifikasi anak yang putus sekolah.
Mereka akan dikembalikan agar kembali mengenyam pendidikan.
35 sekolah yang akan dijadikan sampel.
Kemudian ada tiga kecamatan di pinggiran kota yang dijadikan pusat pendataan berbasis masyarakat.
Sekretaris Dinas Pendidikan Makassar, Amalia Malik mengatakan, Dinas Sosial diharap berkontribusi dalam mengidentifikasi siswa putus sekolah.
Menurutnya, semua anak harus sekolah.
Tugas pemerintah adalah menghubungkan dan memfasilitasi mereka untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak.
"Kita membuat kebijakan untuk busa menarik anak kembali lanjut sekolah," ucapnya kepada tribun-timur.com, Rabu (13/10/2021).
Apalagi konsep pembelajaran masa kini sudah bisa berlangsung dari rumah dan sekolah.
Itu bisa mempermudah dan mendekatkan pembelajaran kepada anak didik.
Kalaupun tidak bisa mengikuti pembelajaran formal, mereka bisa ikut pendidikan informal
"Dengan kondisi seperti ini tidak hanya anak bersekolah, di dalam ruang kelas atau mengikuti pembelajaran daring," jelasnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Nielma Palamba mengatakan, angka putus sekolah di Makassar cukup tinggi.
Dinas Pendidikan Kota Makassar mencatat selama lima tahun terakhir angka putus sekolah mencapai 4.508 anak.
Rinciannya, 1.784 untuk SD dan 2.724 untuk tingkat SMP.
Mereka akan diverifikasi atau didata kembali dengan melibatkan RT/RW setempat.
Apalagi mereka lebih memahami dan mengetahui kondisi masyarakat yang ada di wilayahnya.
Kata Nielma, ini akan memudahkan proses pendataan.
“Yang jelas kita kumpulkan data dulu. Termasuk anak yang berpotensi putus sekolah,” tutupnya. (*)