Breaking News:

Tribun Jeneponto

Daftar Tunggu Haji di Jeneponto hingga 39 Tahun Baru Berangkat, Jika Daftar Hari Ini

Bukan hanya jemaah hajinya yang heboh, tapi pengantar dan penjemput Jamaah hajinya pun terkenal dengan jumlahnya yang ribuan.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 2021 di Gedung Sipitangari Kota Jeneponto, Selasa (12/10/2021). 

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Heboh, meriah, padat, macet merupakan kesan pertama yang muncul di benak warga Sulsel ketika mendengar kata jamaah haji Jeneponto.

Hal ini dikarenakan setiap penyelenggaraan haji, kloter asal Kabupaten Jeneponto selalu menampilkan pemandangan yang beda dibanding kloter kabupaten lain di Sulsel baik pemberangkatan maupun pemulangan.

Bukan hanya jemaah hajinya yang heboh, tapi pengantar dan penjemput Jamaah hajinya pun terkenal dengan jumlahnya yang ribuan.

Mulai keluarga dan handai tolan tak kalah hebohnya, hingga kadang merepotkan PPIH dan petugas keamanan di Asrama Haji Sudiang Makassar.

Menurut Kakankemenag Jeneponto Saharuddin, data terbaru Siskohat per Oktober 2021, jumlah pendaftar haji di daerah yang terkenal dengan makanan khas gantala jarangnya 13.452 orang.

Sementara kuota Haji terakhir sebesar 339 orang JCH, maka jika hari ini mendaftar Haji di Jeneponto, Jamaah Haji punya estimasi waktu tunggu selama 39 Tahun.

Sementara itu, Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Ali Yafid mengatakan penundaan Pemberangkatan Haji 2 tahun berturut turut, tepatnya 2020-2021), bukan hanya semakin mempertebal ghirah jamaah haji ke Tanah Suci.

"Tapi juga mempertebal kerinduan Masyarakat Jeneponto ke Asrama Haji mengantar dan menjemput jamaah hajinya," katanya di sela sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 2021 di Gedung Sipitangari Kota Jeneponto, Selasa (12/10/2021).

Acara tersebut dihadiri Kakanwil Kemenag Sulsel, Wakil Bupati Jeneponto, Kabag Kesra Pemkab Jeneponto, Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar Ikbal Ismail, Ketua IPHI Jeneponto, Kakankemenag Jeneponto dan sejumlah pejabat terkait dari Kanwil Kemenag Sulsel dan Kemenag Jeneponto.

Sebelumnya, Kakanwil Khaeroni dalam arahannya mengatkan, persiapan haji sudah dilakukan sangat optimal oleh Kementerian Agama dan Stakeholder terkait.

“Pemerintah tidak gegabah dalam menentukan keputusan. Sebagaimana yang ditegaskan Menteri Agama, keputusan pembatalan haji ini semata-mata demi keselamatan jamaah,” ujar Khaeroni.

Wakil Bupati Jeneponto Paris Yaris dalam sambutannya berharap penyelenggaraan ibadah haji 2022 sudah bisa normal kembali, dan kuota haji Indonesia bisa bertambah, yang imbasnya tentunya kuota Jeneponto juga bisa bertambah.

"Bersabarmaki, jaga kesehatanta semua, janganki lupa berdoa, semoga pandemi bisa berakhir dan penyelenggaraan haji tahun depan bisa terlaksana normal kembali," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved