Breaking News:

Dompet Dhuafa

DMC Dompet Dhuafa Buka Pos Hangat hingga Dapur Umum di Walenrang Utara

Tim DMC Dompet Dhuafa membuka Dapur Umum dan Pos Hangat dengan menyediakan ratusan porsi untuk korban banjir Luwu

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Tim DMC Dompet Dhuafa membuka Dapur Umum dan Pos Hangat dengan menyediakan ratusan porsi untuk Desa Sangtandung dan Desa Bolong, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu sejak Kamis (7/10/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Disaster Management Center ( DMC ) Dompet Dhuafa terus mengupayakan bantuan untuk penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (7/10/2021).

Tim DMC Dompet Dhuafa membuka Dapur Umum dan Pos Hangat dengan menyediakan ratusan porsi untuk Desa Sangtandung dan Desa Bolong, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu sejak Kamis (7/10/2021).

Kemudian bersama tim relawan gabungan, bersama-sama bantu menyalurkan logistik dan pemasangan tenda pengungsi untuk penyintas Desa Sangtandung.

“Menyalurkan logistik,  terpal, tikar, popok bayi, lilin, dan autan di pengungsian Desa Santandung,” jelas relawan DMC Dompet Dhuafa penugasan Sulawesi Selatan Syarif, Senin (11/10/2021).

Berdasarkan asesmen tim di lapangan, total penyintas yang mengungsi ada 23 KK / 94 jiwa. “Alasan mengungsi karena masyarakat masih cemas dan khawatir,” sambung Syarif.

Selain itu tim melakukan asesmen jembatan rusak yang menjadi penghubung Dusun Buntu Awo dan Dusun Kole, Desa Siteba, Kecamatan Walenrang Utara.

Jembatan ini juga digunakan masyakarat untuk menyebrang termasuk anak-anak sekolah. Adapun rincian jembatan yang rusak ialah jembatan dengan panjang 51 meter dan lebar 2 meter.

Sebelumnya Desa Sangtandung merupakan desa terakhir yang terisolasi akibat material lumpur yang menghalangi jalur transportasi.

Laporan Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kabupaten Luwu, Rahman Mandaria per Selasa (5/10) pukul 21.00 WIB, keenam desa di Walenrang Barat sudah bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. Namun tersisa Desa Sangtandung yang masih terisolir.

"Masih terdapat 1 Dusun terisolir di Desa Sangtandung, Kecamatan Walenrang Utara,” keterangan Rahman sebagaimana dalam rilis resmi BPBD Sulawesi Selatan.

Selain sulit dilalui, Rahman juga menambahkan bahwa kondisi akses jalur berada pada kawasan yang rawan dan dikhawatirkan dapat terjadi longsor susulan.

Berdasarkan pendataan lanjutan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu bersama tim gabungan, banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu telah berdampak di 12 desa dan satu kelurahan yang berada di lima kecamatan.

Rincian 12 desa dan satu kelurahan yang terdampak meliputi, Kelurahan Bulo di Kecamatan Walenrang, Desa Ilan Batu di Kecamatan Walenrang Barat, Desa Sangtandung dan Desa Bolong di Kecamatan Walenrang Utara, Desa Kendekan, Desa Rante Damai, Desa Taba dan Desa Seba-Seba di Kecamatan Walenrang Timur. Kemudian Desa Seriti, Desa Pelalan, Desa Pompengan dan Desa Pompengan Timur di Kecamatan Lemasi Timur.

Banjir bandang dan tanah longsor tersebut juga telah menyebabkan 4 warga meninggal dunia, 169 jiwa mengungsi, 771 KK/3.084 jiwa terdampak, 165 KK terisolir dan 20 orang sempat dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif.

Di samping itu, ada 771 unit rumah yang terdampak banjir, 5 unit rumah bahkan mengalami rusak berat, 2 unit rumah terancam longsor, 15 hewan ternak hanyut, 1.432 hektar lahan pertanian dan perkebunan terdampak serta 14 titik tanggul dengan total sepanjang 150 meter jebol.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved