Breaking News:

Tribun Sulsel

Balai Gakkum dan LHK Sulawesi Temukan 24 Tambang Liar Beroperasi di Sungai Jeneberang

Selain tambang liar di wilayah Sungai Jeneberang, ada juga dugaan pungli pajak kendaraan yang keluar masuk. 

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA JR
Suasana Sungai Jeneberang dari Atas Bukit Indah Beroanging yang terekam menggunakan kamra drone di Kampung Bontoparang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/7/2020). Waduk bili-bili yang dialiri Sungai Jeneberang ini menjadi spot menarik dan unik. Sungai Jeneberang yang nampak tenang dari puncak tentunya membuat siapa pun yang melihatnya merasa terpukau. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum dan LHK) Wilayah Sulawesi menemukan 24 tambang liar beroperasi di wilayah Sungai Jeneberang.

Kepala Balai Gakkum dan LHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan membeberkan terjadi multi kejahatan di wilayah Tambang Jeneberang, Kabupaten Gowa.

"Kenapa disebut kejahatan? Karena ada beberapa kerugian di sepanjang sungai Jeneberang," beber Dodi Kurniawan, di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Senin (11/10/2021).

Hal tersebut mengakibatkan hancurnya Sungai Jeneberang.

Hancurnya sungai itu disebabkan masalah tambang.

"Saya kira bisa dilihat bahwa ada multi dimensi faktor dan multi pelaku, multi kejahatan," ucapnya.

Selain tambang liar, ada juga dugaan pungli pajak kendaraan yang keluar masuk. 

"Contoh di sana ada pajak. Nah siapa yang menikmati pajak yang ada di sana setiap hari dan terjadi pungli," ungkapnya.

Karena itu, perlu ditelusuri pihak yang melakukan pungutan apakah Pemerintah Gowa atau memang ada pihak yang diuntungkan. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani berharap ada langkah cepat untuk perlindungan kerusakan di sekitar Sungai Jeneberang.

Pemerintah provinsi siap menjadi supporting sistem jika ada hal yang bisa dikerjasamakan.

"Kalau kita bisa support kenapa tidak? Ini untuk kepentingan satu daerah dalam mempercepat perlindungan untuk masyarakat," ungkapnya. 

Menurut dia, dengan melihat keadaan Das Jeneberang sekarang ini, dimana-mana ada tambang yang diyakini menjadi ancaman bagi semua. 

"Mudah-mudahan dari paparan informasi nanti, ada semacam ide gagasan untuk kita bisa lakukan secara bersama-sama," harapnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved