Breaking News:

Tribun Luwu

Apetbul Raya Minta Polisi Tindaki Aktivitas Tambang Ilegal di Luwu

Jelas merugikan yang punya izin lengkap, sementara yang ilegal juga tetap bebas beroperasi.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
Ist
Ilustrasi-Aktivitas tambang galian C di Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Keberadaan tambang galian C di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan menuai sorotan akhir-akhir ini.

Itu setelah banjir terjadi di beberapa titik di Luwu.

Keberadaan tambang diduga salah satu penyebab banjir.

Dengan perubahan permukaan sungai akibat aktivitas tambang.

Ketua Asosiasi Pengusaha Tambang Batuan Luwu Raya (Apetbul Raya), Ibrahim mengatakan jika di Luwu terdapat 50 tambang galian C.

Namun yang mengantongi izin hanya 20 tambang.

"Di Luwu terdapat 50 tambang galian C. Namun yang resmi mengantongi izin hanya 20 tambang," kata Ibrahim, Minggu (10/10/2021).

Keberadaan tambang ilegal sangat merugikan mereka.

"Jelas merugikan yang punya izin lengkap. Sementara yang ilegal juga tetap bebas beroperasi," paparnya.

Salah satu tambang yang diduga tidak mengantongi izin beropersi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso, Kecamatan Bajo.

Ibrahim mendesak pihak berwajib segera mengambil tindakan tegas.

Apalagi dia sudah bersurat dan melaporkan tambang ilegal ini ke Polda Sulsel.

"Tapi sampai saat ini belum ada tindakan dari polisi," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jon Paerunan berjanji segera melakukan penyelidikan.

Terkait adanya laporan dugaan tambang ilegal di DAS Suso.

"Segera kami tindaklanjuti," tegasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved