31 Orang DPD Undur Diri, 4 DPC Bubar, Begini Reaksi Amien Rais Ketua Majelis Syuro Partai Ummat
Selain pengurus, Syahrizal juga mengabarkan bahwa seluruh pengurus dari empat DPC Partai Ummat Kota Depok membubarkan diri
TRIBUN-TIMUR.COM - Eks Wakil Ketua DPD Partai Ummat Syahrial Chan mengatakan bahwa sekarang sudah ada 31 orang yang mundur di DPD Partai Ummat Kota Depok.
Walaupun belum terdata semuanya, ke-31 orang tersebut sudah menyatakan mengundurkan diri dari Partai Ummat.
"Hanya saja belum terdata, tetapi sudah menyatakan mundur," kata Syahrial.
Selain pengurus, Syahrizal juga mengabarkan bahwa seluruh pengurus dari empat DPC Partai Ummat Kota Depok membubarkan diri.
Keempatnya DPC yakni DPC Partai Ummat Kecamatan Cilodong, DPC Partai Ummat Kecamatan Beji, DPC Partai Ummat Kecamatan Pancoran Mas, dan DPC Partai Ummat Kecamatan Sukmajaya.
Dua petinggi Partai Ummat juga memutuskan mundur menjadi pengurus Partai.
Kedua pendiri tersebut yakni Wakil Ketua Majelis Syuro sekaligus penggagas Partai Ummat Neno Warisman dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Ummat Agung Mozin.
Merespon kabar tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat Ridho Rahmadi buka suara terkait dengan mundurnya beberapa pimpinan partai bahkan pendiri partai.
Mengutip Tribunnews.com, Ridho mengatakan bahwa pihaknya tidak mengambil pusing terkait dengan keputusan para elite tersebut.
Bahkan dirinya menyebut kalau persoalan itu hanyalah masalah kecil.
"Insha Allah itu persoalan yang kecil, ini bukan kami takabur, tapi Insha Allah persoalan yang kecil, adapun yang keluar, satu-satu itu Insha Allah itu hal yang kecil," kata Ridho, Jumat (8/10/2021).
Pengunduran ini, kata Ridho juga tidak akan mempengaruhi kondisi internal Partai terlebih dalam menyambut Pemilu 2024.
Menantu dari Amien Rais ini juga tidak mengetahui secara pasti apakah kedua eks elit partai tersebut akan kembali lagi atau tidak.
Sebab, keputusan Neno Warisman maupun Agung Mozin untuk mundur dari partai kata Ridho merupakan pilihan pribadi.
Dihimpun Tribunnews.com, Minggu (10/10/2021), berikut tanggapan Amien Rais hingga pengamat atas mundurnya para pengurus Partai Ummat:
Berikut fakta-fakta terkait mundurnya sejumlah pengurus Partai Ummat:
1. Reaksi Amien Rais
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais memberi tanggapan atas mundurnya para pengurus Partai Ummat.
Hal itu saat Amien menjawab pertanyaan dari Karni Ilyas dalam program Karni Ilyas Club yang tayang, Jumat (8/10/2021).
"Ada pengurus DPP Partai Ummat seperti Neno Warisman, Agung (Mozin) yang justru mundur dan ada beberapa (pengurus) daerah yang mengundurkan diri dari Partai Ummat," tanya Karni sebagaimana dikutip dari video Karni Ilyas Club, Minggu (10/10/2021).
Amien pun merespons pertanyaan Karni Ilyas.
Namun, Amien tidak menjawab secara gamblang.
Ia menyebut kasus mundurnya Neno Warisman sebagai sesuatu hal yang lain.
"Saya tahu anatominya sekarang ini. Jadi memang, kalau kasus Neno lain lagi," ujarnya.
Adapun soal mundurnya Agung Mozin, Amien mengaku sudah menganalisa.
"Agung Mozin itu kita sudah memotret, sudah," katanya.
Ia menyebut proses mundurnya para pengurus Partai Ummat sebagai hal yang biasa.
"Jadi, saya dalam jam terbang pengalaman berpolitik ini, memang sesuatu yang biasa," ujar dia.
Lebih lanjut, Amien tidak menjelaskan soal mundurnya para pengurus Partai Ummat.
Amien justru menyinggung anak buahnya yang ia sebut telah mengeroyoknya hingga akhirnya membuat dirinya keluar dari PAN.
"Tapi saya garis bawahi mengapa saya dikeroyok oleh anak buah saya itu, yang karena pernah menjadi menko, menjadi menteri ini, menteri itu. Semuanya itu, itu karena saya dianggap penganggu. 'Mengapa sih nggak mendukung pak Jokowi. Pak Jokowi yang bisa memberikan cash and carry, jadi udahlah pak Amien kita keroyok saja agar keluar'. Ya saya keluar betul," beber Amien.
2. DPP Sebut sebagai Dinamika Partai
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat menanggapi keputusan sejumlah kadernya yang mundur dari kepengurusan.
Humas DPP Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya mengatakan pengunduran diri tersebut rata-rata dilatarbelakangi soal unsur dinamika partai.
"Alasan pengunduran diri, rata-rata soal unsur dinamika partai. Itu yang saya baca dalam dokumen mereka," ujar Mustofa, dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Minggu (10/10/2021).
Menurutnya guna melakukan penyusunan struktur yang solid sangat terkait erat dengan struktur di bawah dan struktur di atasnya.
Dia mengatakan visi misi para kader pun harus sesuai dengan partainya.
"Karena untuk berjuang ke depan, tak mungkin mereka jalan sendiri-sendiri kan? Jadi, visi misi harus dapat dijalankan bersama, berjemaah atau berkelompok," katanya.
Selain itu, Mustofa mengatakan sebagian kader juga mengundurkan diri karena tak bisa mengatur ritme partai dengan kesibukan pribadinya.
"Namun juga sebagian mereka sebenarnya ada juga yang karena tak bisa mengatur ritme partai dengan kesibukan pribadi, sehingga sekalian undur diri. Jadi, memang ini biasa dalam dinamika partai baru," ucapnya.
Meski demikian, Mustofa meyakini baik yang keluar maupun yang masih di dalam Partai Ummat tetap masih dalam satu tujuan yang sama, yakni dakwah amar ma'ruf, nahi mun-kar.
"Juga dalam rangka menegakkan keadilan dan melawan kezaliman. Prinsip sama, strategi berbeda, dan insya Allah hasilnya sama," tandasnya.
3. Kata Pengamat
Pengamat politik dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio menanggapi mundurnya sejumlah pengurus Partai Ummat.
Dengan mundurnya para pengurus itu, Partai Ummat harus bekerja sangat keras untuk bisa lolos Pemilu 2024.
"Mereka (Partai Ummat) harus kerja sangat keras untuk bisa lolos Pemilu," kata Hendri saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (10/10/2021).
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio. (Tangkap layar YouTube Tribunnews)
Hal itu didasari karena kata dia, untuk dapat lolos verifikasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mudah.
Satu hal yang menjadi poin penting dalam verifikasi itu yakni terkait terbentuknya struktur kepengurusan hingga kader.
"Enggak mudah lolos verifikasi KPU, sudah banyak Parpol yang gak lolos verifikasi, terbentuknya kepengurusan hingga ke akar rumput menjadi poin penting, nah mundurnya (kepengurusan DPD) Depok harus dijadikan pelajaran berharga bagi Partai Ummat," katanya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengurus Partai Ummat Ramai-ramai Mundur, Reaksi Amien Rais hingga Kata Pengamat, .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ketua-majelis-syuropartai-ummatamien-rais.jpg)