Breaking News:

Warga Walmas Luwu Mulai Kesulitan Air Bersih, Mensos Risma Instruksikan Kebutuhan Korban Terpenuhi

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Luwu Syahruddin Syarif mengaku sudah berusaha memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

TRIBUN-TIMUR.COM/ARWIN
Menteri Sosial Tri Rismaharini di lokasi bencana longsor, Desa Ilanbatu, Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Warga korban banjir bandang dan longsor di Walenrang dan Lamasi (Walmas) Luwu mulai kesulitan air bersih.

Di antaranya pengungsi di wilayah pegunungan Desa Sangtandung, Kecamatan Walenrang Utara.

Sulitnya mendapatkan air bersih diperparah dengan keruhnya air sungai.

Belum lagi pasokan air minim untuk kebutuhan sehari-hari.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Luwu Syahruddin Syarif mengaku sudah berusaha memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Namun, ia mengakui kesulitan karena terbatas armada.

Relawan Wahdah Islamiyah yang terdiri dari relawan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) dan Wahdah Peduli menyalurkan bantuan kepada korban terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Walenrang, Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa (5/10/2021).
Relawan Wahdah Islamiyah yang terdiri dari relawan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) dan Wahdah Peduli menyalurkan bantuan kepada korban terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Walenrang, Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa (5/10/2021). (citizen reporter/WIZ)

“Kita terus memberi bantuan air bersih dalam beberapa hari ke depan. Setiap hari kita pasok air bersih sebanyak 10 kubik atau 10 ribu liter,” kata Syahruddin, Kamis (7/10/2021).

Syahruddin mengakui belum maksimal memberi pelayanan terbaik kepada warga Walmas.

Ia pun meminta maaf.

“Kami hanya memiliki satu mobil tangki sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih semua masyarakat yang terdampak banjir,” Syahruddin menambahkan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved