Breaking News:

Banjir Luwu

VIDEO: Perjuangan Relawan Salurkan Bantuan ke Korban Longsor Luwu, Jalan Kaki Hingga 2 Jam

Mereka harus menempuh jalan yang terjal sambil memikul bantuan logistik dan obat-obatan yang akan disalurkan.

Penulis: Arwin Ahmad | Editor: Suryana Anas

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Hari ketiga pasca bencana longsor dan banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, masih ada perkampungan yang terisolir, Selasa (5/10/21).

Itu akibat terhalang material longsor yang terjadi pada Minggu (3/10/21) lalu.

Beberapa titik longsor di badan jalan, membuat akses kendaraan tidak bisa masuk.

Seperti di Dusun Pa Buntuan dan Dusun Sangtandung, Desa Sangtandung, Kecamatan Walenrang Utara.

Sejumlah relawan gabungan dari PSC 119 Palopo, HMI, OPA Jari, Relasi dan HMTI menempuh waktu dua jam berjalan kaki saat menyalurkan bantuan.

"Kalau tadi itu 2 jam lebih kak jalan kaki," kata salah satu relawan Adit kepada tribun-timur.com saat penyaluran, Selasa (5/10/21) siang.

Mereka harus menempuh jalan yang terjal sambil memikul bantuan logistik dan obat-obatan yang akan disalurkan.

Selama tiga hari, akses jalan baru bisa terbuka Selasa sore, usai material longsor diangkat oleh alat berat.

Tetapi kondisi jalan hingga saat ini masih terjal dan licin.

Warga di lokasi masih membutuhkan penyaluran bantuan.

Seperti tenda pengungsian, tikar, selimut, obat-obatan dan perlengkapan bayi.

Kondisi di lokasi tersebut juga memprihatinkan. Pasalnya, warga masih was-was terjadi longsor susulan.

Hingga Kamis (7/10/21), warga masih mengungsi di sebuah bukit untuk mencari tempat lebih aman. (*)

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved