Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Utang Indonesia

Jarang Terekspose Nilainya, Terkuak Utang Rahasia Indonesia Dipinjam dari China, Begini Banyaknya?

Ternyata, Indonesia merupakan salah satu negara yang ada dalam daftar negara pemilik utang tersembunyi. Jumlahnya US$ 17,28 miliar (sekitar Rp246,3 T)

Editor: Arif Fuddin Usman
Freepik.com
Ilustrasi utang. Ternyata, Indonesia merupakan salah satu negara yang ada dalam daftar negara pemilik utang tersembunyi. Jumlahnya US$ 17,28 miliar (sekitar Rp246,3 T) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Berita terkait dengan utang luar negeri menjadi banyak sorotan.

Terutama keberadaan utang oleh negara-negara miskin kepada negara ke China untuk proyek pembangunan nasional.

Ternyata sebelum marak hal tersebut, di dunia ini ada beberapa negara pernah memiliki sejarah gagal bayar utang atau default.

China banyak memberikan piutang ke negara-negara miskin tersebut untuk proyek pembangunan fisik.

Bahkan China sendiri juga masuk kategori demikian dengan program Belt and Road Initiative (BRI).

BRI tersebut merupakan program yang diperkenalkan oleh Presiden China Xi Jinping pada 2013 dengan nama One Belt One Road (OBOR).

Ini merupakan rencana besar pemerintah China untuk menghidupkan kembali kejayaan Jalur Sutera (Silk Road) di abad ke-21.

Strategi ini melibatkan investasi dan pembangunan infrastruktur besar-besaran di 152 negara yang tersebar di Eropa, Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika.

Adapun road lebih merujuk pada jalur laut atau Jalur Sutera Maritim di Abad ke-21.

Lantas, bagaimana peran Indonesia dalam BRI ini?

Lembaga riset AidData mengungkapkan ada beberapa negara yang menumpuk utang tersembunyi kepada China di sepanjang tahun 2000 - 2017.

Tumpukan utang ini terkait dengan keinginan China untuk membuat jalur sutera baru atau yang dikenal BRI ini.

Ternyata, Indonesia merupakan salah satu negara yang ada dalam daftar negara pemilik utang tersembunyi.

Indonesia tercatat memiliki utang tersembunyi sebesar US$ 17,28 miliar (sekitar Rp246,3 triliun).

Dikutip Selasa (5/10), lembaga tersebut dalam laporannya menulis, “Utang tersembunyi tersebut nilainya setara 1,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).”

Selain Indonesia, ada juga beberapa negara di Asia Tenggara yang menumpuk utang serupa yang bahkan, nilainya lebih besar daripada Indonesia.

Sebut saja Laos memiliki utang hingga 35% PDB, Brunei Darussalam 14% PDB, dan Myanmar 7,2% PDB.

Selain utang tersembunyi, AidData juga menyebut Indonesia menerima pinjaman senilai US$ 4,42 miliar dalam periode sama yang diterima lewat skema Official Development Assistance (ODA).

Selain itu, ada juga pinjaman yang diberikan sebesar US$ 29,96 miliar, diterima lewat skema Other Official Flows (OOF).

Bahkan, Indonesia masuk ke dalam 10 negara penerima pinjaman terbesar lewat 2 skema itu.

Sebagai tambahan informasi, definisi utang tersembunyi dari AidData dalam hal ini adalah utang yang diberikan oleh China kepada negara berkembang yang bukan lewat pemerintah.

Utang tersebut diberikan lewat berbagai perusahaan negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN),

bank milik negara, Special Purpose Vehicle (SPV), perusahaan milik bersama dan sektor swasta.

Untuk itu, utang tersebut biasanya tidak akan muncul ke dalam neraca utang pemerintah,

sehingga tidak akan masuk ke sistem pelaporan utang yang dibuat oleh Dana Moneter Internasional (IMF) maupun Bank Dunia.

Namun, tetap ada risiko utang ini bisa menjadi beban pemerintah kalau terjadi wanprestasi. 

8  Negara Diprediksi Bangkrut

Sejumlah negara di Asia termasuk dalam negara yang diprediksi bakal bangkrut karena utang yang menumpuk.

Apakah ada nama negara Indonesia dalam 8 daftar tersebut? Apalagi Indonesia dan China dikenal memiliki hubungan dekat.

Kenapa terancam bangkrut? Ya terus menerus menerima pinjaman alias utang dari negara China. Sedangkan negara tersebut tak memiliki pondasi keuangan kuat.

Perlu kalian ketahuai, negara-negara tersebut di antaranya adalah Pakistan, Maladewa, Laos, Mongolia hingga Tajikistan.

Salah satu agenda besar China adalah menciptakan Belt and Road Initiative (BRI) atau yang dikenal dengan Sabuk dan Jalan China.

Proyek ini memungkinkan China untuk mengucurkan dana hingga 8 triliun dollar AS dalam proyek infrastruktur di seluruh Eropa, Asia dan Afrika.

Namun, proyek ini menimbulkan kekhawatiran pada negara yang didanainya, menurut Center for Global Development.

Studi itu mengevaluasi tingkat hutang dari 68 negara yang menjadi tuan rumah proyek BRI China.

Ditemukan ada 23 negara yang berisiko mengalami kesulitan utang saat ini.

Bahkan di antara 23 negara tersebut ada 8 negara yang di antaranya dalam kondisi mengkhawatirkan dan bisa terancam bangkrut.

Delapan negara ini, berisiko tinggi karena memiliki proporsi utang luar negeri cukup tinggi pada China dan Bank di China.

Bahkan jika terus menerus dilakukan, mereka bisa berakhir dalam jebakan utang China, berikut 8 negara tersebut seperti dikutip dari The Print.

1. Pakistan

2. Djibouti

3. Maladewa

4. Laos

5. Mongolia

6. Montenegro

7. Tajikistan

8. Kirgistan

Artikel ini telah tayang di Intisari-Online.com dengan Judul "Diam-diam Terima Sogokan China untuk Bangun Jalur Sutera, Terkuak Inilah Utang Rahasia Indonesia yang Diambil dari China Segini Jumlahnya

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved