Otto Warmbier
Hanya karena Suvenir, Otto Warmbier Disiksa 17 Bulan oleh Korea Utara, Niat Keliling Dunia Pun Kacau
Otto Warmbier, baru lulus SMA dan berniat keliling dunia, malah justru disiksa berbulan-bulan di Korea Utara hanya karena ambil hal sepele
Namun saat ia berada di bandara internasional Pyongyang, ia dihentikan oleh pihak keamanan.
Pemerintah Korea Utara menuduh Warmbier telah menyelinap ke lantai terlarang di hotel Yanggakdo dan mencuri poster propaganda.
Rencananya buyar, dan ia harus menghadapi pengadilan Korea Utara yang mengerikan.
Lantai terlarang tersebut adalah area 'khusus staff' di hotel tersebut.
Poster tersebut bertuliskan dalam bahasa Korea "Mari persenjatai kita semua dengan patriotisme kepada Kim Jong-il!"
Di Korea Utara, merusak atau mencuri benda-benda dengan nama atau gambar pemimpin Korea Utara dianggap sebagai kejahatan besar oleh pemerintah Korea Utara.
Ia ditangkap pada 2 Januari 2016, salah seorang teman turnya Danny Gratton dari Inggris menyaksikan penangkapan tersebut.
Gratton mengatakan: "tidak ada kata-kata yang diucapkan. Dua penjaga tiba-tiba datang dan menepuk bahu Otto dan membawanya.
Aku berkata dengan cukup nervous, 'Yah, kurasa ini terakhir kali kami melihatmu'. Ada ironi sangat besar di kalimat itu.
Itu memang kali terakhir aku melihat Otto. Otto tidak melawan, ia tidak terlihat takut. Ia hanya setengah tersenyum."
Saat pesawat grup tur akan tinggalkan terminal, pihak berwenang masuk dan umumkan jika Warmbier sangat sakit dan telah dibawa ke rumah sakit.
Selanjutnya media pemerintah Korea Utara KCN mengumumkan jika Warmbier telah melakukan tindakan kekerasan terhadap negara tersebut, tanpa menjelaskan detail lebih jauh lagi.
Korea Utara menolah untuk menjelaskan apa hukuma yang akan menimpa Warmbier atas tindakan usilnya.
Insiden di Hotel
Meski begitu, juru bicara Young Pioneer mengatakan kepada Reuters jika telah ada insiden di Hotel Yanggakdo.