Breaking News:

Kesehatan

Dokter Ahli Jantung: Kurang Istirahat Picu Stres dan Penyakit Jantung

Istirahat dari segala aktivitas fisik yang melelahkan juga tetap harus dilakukan dan tidak bisa diabaikan.

Editor: Muh. Irham
Instimewa by Tribun Manado
Ilustrasi Begadang 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebagian besar pekerja pasti pernah begadang karena harus lembur menyelesaikan pekerjaan.

Lalu, apakah keseringan lembur kerja dapat memicu penyakit jantung?

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Fachmi Ahmad M Sp.JP  mengatakan, salah satu pola hidup yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jantung adalah kurang beristirahat.

Istirahat dari segala aktivitas fisik yang melelahkan juga tetap harus dilakukan dan tidak bisa diabaikan.

Kekurangan waktu beristirahat akan memicu tubuh mengalami kelelahan dan menyebabkan sakit.

Tubuh perlu beristirahat untuk memulihkan diri sehingga semua organ, termasuk jantung, dapat kembali bekerja secara normal.

"Kurang istirahat juga bisa memicu stres yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung," kata Fachmi Dalam webinar edukasi Primaya Hospital bertajuk Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah, Rabu (29/9/2021)

Bahkan, banyak penelitian sudah menunjukkan bahwa kurang tidur dan pola tidur yang terganggu memiliki dampak serius terhadap kesehatan dalam jangka panjang, termasuk penyakit jantung.

"Kerja lembur kemungkinan besar mengurangi waktu tidur, sehingga berpotensi menyebabkan penyakit jantung," jelasnya.

Kerja lembur juga berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi, stres, dan pola makan tidak sehat yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved