Breaking News:

Persib Bandung

Setelah Jual Murah Pelatih Persib Bandung di Toko Online, Kini Bobotoh Sampaikan 5 Tuntutan Aksi

Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas performa tim 'dijual' di salah satu toko online terkemuka

Editor: Ilham Arsyam
Tribun Jabar
Pelatih Persib Bandung Dijual Murah di Toko Online 

Ketua Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber), Asep Abdul menilai apa yang dilakukan bobotoh untuk menjual Robert di toko online sebagai sesuatu yang wajar. Asep mengatakan, hal ini merupakan bentuk kepedulian bobotoh terhadap performa tim.

"Di bobotoh banyak cara, banyak cara penyampain kritiknya. Menurut saya rasa wajar karena kekecewaan. Bobotoh mah memang super eksrta dalam segala sesuatu nya. Jangankan sekarang zaman dulu saja sebelum ada media sosial sangat menekan kalau bobotoh," ujar Asep kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, kemarin.

Asep menambahkan, protes yang dilakukan bobotoh selama ini tidak lain hanya untuk menuntut manajemen segera melakukan evaluasi terhadap performa tim.

Sebab dengan skuat mewah yang dimiliki Persib serta segala fasilitas lainnya, tak ada alasan untuk tidak menang.

"Evaluasi terkait enam pertandingan kemarin. Semua itu kan ada dalangnya, sama seperti wayang. Di tim kan dalangnya ada di pelatih. Kalau berbicara pemain jangan tanya, sekarang Persib punya pemain harganya mahal, kapasitasnya juga baik dan sebagainya. Balik lagi ke dalang bisa gak memainnya," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh ketua The Bombs, Nevi yang menyebut aksi bobotoh sebagai sesuatu hal wajar.

Menurutnya, bobotoh ingin manajemen secara terbuka memberikan penjelasan terkait performa Persib serta segera melakukan evaluasi.

"Kasih kejelasan dengan keberadaan Persib sekarang ini. Kenapa-kenapanya mungkin besok akan ada pertemuan dengan manajemen. Keinginan saya sih tolong dijelaskan saja dari pihak manajemen buat ke bobotoh. Kalau menurut saya untuk Robert salah satu bentuk perhatian nya bobotoh kepada Persib seprti ini untuk sekarang," katanya.

Dia pun berharap manajemen segera memperbaiki kekurangan yang terjadi di seri pertama agar tak terulang pada seri kedua nanti. Dia menilai, salah satu hal yang hilang dari permaian Persib adalah motivasi.

"Jadi yang saya tahu Persib dulu gak kaya sekarang. Jadi gak ada orang yang bisa memotivasi. Jadi saya mohon kepada manajemen harus ada salah seorang yang memotivasi. Yang saya lihat kemarin kaya gak ada nyawanya saja," katanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved