Breaking News:

Masa Pandemi Membuat Survivor Kanker Payudara Sulit Deteksi Dini

Terlebih dengan adanya kendala pandemi membuat kasus Kanker payudara stadium tiga dan empat semakin meningkat.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Waode Nurmin
Desi Triana/Tribun Timur
Seperti inilah yang diungkapkan, dr Walta Gautama, Sp.B (K) Onk, Oncologist dalam webinar yang digelar PT Uni Charm Indonesia Tbk,Rabu (6/10/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM- Masa pandemi virus corona berpengaruh pada aktivitas kesehatan di Indonesia.

Hal ini terlihat dalam proses pelayanan medis yang dibatasi.

Seperti inilah yang diungkapkan, dr Walta Gautama, Sp.B (K) Onk, Oncologist dalam webinar yang digelar PT Uni Charm Indonesia Tbk,Rabu (6/10/2021).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi pentingnya Periksa Payudara Sendiri (SADARI).

Ia mengungkapkan selama 50 tahun belakangan, kasus kanker payudara semakin meningkat.

"Paling tinggi stadium 3 dan 4 sebanyak 60 persen di Indonesia. Kita jauh tertinggal dengan negara-negara lain yang angkanya menurun," tuturnya.

Terlebih dengan adanya kendala pandemi membuat kasus Kanker payudara stadium tiga dan empat semakin meningkat.

"Di tambah lagi dengan adanya kendala pandemi. Awal tahun 2020, hampir seluruh organisasi profesi membuat kebijakan untuk tunda ke dokter kalau tak ada keluhan," katanya.

Alhasil, terjadi ketakutan massal, khususnya pada pasien kanker.

"Sebenarnya, prinsip penanganan kanker jangan ditunda. Jadi, terjadi peningkatan kasus stadium 3 dan 4 bertambah lagi karena adanya penundaan. Ini mempengaruhi kita dalam penanganan kanker," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved