Breaking News:

Tribun Gowa

Tuntut Sekolah Tatap Muka, APMI Gowa Bakar Ban di Perempatan Malengkeri

Sekitar 30 pengunjuk rasa, menyandera sebuah truk untuk dijadikan mimbar orasi dan bakar ban di perempatan jalan.

Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/ M YAUMIL
Aspirasi Pelajar Mahasiswa Indonesia (APMI) Gowa, melakukan unjuk rasa di perbatasan Gowa-Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Selasa (5/10/2021) siang 

Laporan Wartawan Tribun, M Yaumil

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aspirasi Pelajar Mahasiswa Indonesia (APMI) Gowa, melakukan unjuk rasa di perbatasan Gowa-Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Selasa (5/10/2021) siang.

Aksi ini menyebabkan macet di perempatan Jalan Sultan Alauddin-Jl Mallengkeri-Jl Syekh Yusuf Makassar-Jl Sultan Hasanuddin, Gowa. 

Lokasi ini biasa disebut perempatan Malengkeri.

Sekitar 30 pengunjuk rasa menyandera sebuah truk untuk dijadikan mimbar orasi dan bakar ban di perempatan jalan.

Sejumlah polisi terlihat sibuk mengatur lalu lintas.

Unjuk rasa APMI Gowa menyoroti tiga isu.

Yaitu makin banyaknya tenaga kerja asing masuk Indonsia, belajar online yang tidak efektif, dan transparansi anggaran Covid-19 di Kabupaten Gowa.

Salah satu pengunjuk rasa, Aan (20), mengatakan tenaga kerja asing yang masuk Indonesia menyebabkan tenaga kerja lokal tidak terserap.

Terkait pendidikan yang harusnya bertujuan mencerdaskan rakyat, kata Aan, realita kini malah sebaliknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved