Breaking News:

Gathering OJK

OJK: Agustus 2021 Total Aset Perbankan Sulsel Capai Rp158 T, Masih Didominasi Bank Konvensional

Pemaparan ini mengenai Perkembangan Industri Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021.

Penulis: Ina Maharani | Editor: Ina Maharani
Tribun/Ina Maharani
Otoritas Jasa Keuangan Regional VI Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) menggelar media garthering sekaligus media update di Hotel Misiliana, Rantepao, Toraja Utara, Selasa (5/10/2021). Pemaparan ini mengenai Perkembangan Industri Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021. 

Rantepao, Tribun - Otoritas Jasa Keuangan Regional VI Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) menggelar media garthering sekaligus media update di Hotel Misiliana, Rantepao, Toraja Utara, Selasa (5/10/2021).

Pemaparan ini mengenai Perkembangan Industri Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021.

Hadir sebagai pembicara dari OJK Regional VI Sulampua Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Patahuddin, Deputi Direktur Manajemen Strategis Edukasi Perlindungan Konsumen dan Kemitraan Daerah  Bondan Kusuma, dan Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Ferdian Ario Sasongko.

Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Edwin Permadi turut menjadi pembicara, yang memberikan pemaparan mengenai konfisi terkini perekonomian di Toraja Utara, dan Bulan Inklusi Keuangan.

Dipaparkan Patahuddun, perkembangan Perbankan di Sulawesi Selatan posisi Agustus 2021 tumbuh positif, ditopang fungsi intermediasi yang tinggi dan disertai tingkat risiko yang tetap aman.

Sampai dengan posisi Agustus 2021, share Aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit Perbankan di Provinsi Sulawesi Selatan terhadap nasional masing-masing 1,26%, 1,53% dan 2,22%.

Adapun total aset perbankan di Sulsel posisi Agustus 2021 dengan nominal mencapai Rp158,25 triliun, penghimpunan dana pihak ketiga dengan nominal 110,27 triliun dan penyaluran kredit dengan nominal 126,69 triliun.

Aset perbankan di Sulawesi Selatan posisi Agustus 2021 di tengah kondisi pandemi mampu tumbuh secara positif baik secara yoy sebesar 4,59% dan secara ytd sebesar 1,16%.

Kemudian DPK tumbuh sebesar 4,60% (yoy) dan 2,67% (ytd), dan Kredit tumbuh sebesar 4,51% (yoy) dan 1,45% (ytd), disertai indikator fungsi intermediasi (LDR) yang cukup tinggi 114,04%, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga sebesar 2,83%.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit produktif tumbuh 5,53% yoy dengan nominal mencapai Rp67,33 triliun dan kredit konsumtif tumbuh 3,37% yoy dengan nominal mencapai Rp59,36 triliun.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved