Breaking News:

Bukan Tokopedia atau Bukalapak, Jeff Bezos Orang Terkaya Dunia Investasi di Startup Indonesia ini

Orang terkaya di dunia, Jeff Bezos, berinvestasi di perusahaan rintisan digital atau startup Indonesia

Editor: Ilham Arsyam
AFP/GETTY IMAGES/TIME/MANDEL NGAN
CEO Amazon, Jeff Bezos 

TRIBUN-TIMUR.COM - Orang terkaya di dunia, Jeff Bezos, berinvestasi di perusahaan rintisan digital atau startup Indonesia, Ula.

Bezos menanamkan uangnya lewat perusahaan Bezos Expeditions bersama investor besar lainnya seperti Proses Ventures, Tencent, B-Capital, dan Northstar Pacific dengan total nilai investasi sebesar 87 juta dollar AS.

Startup Ula mendapatkan pendanaan dari sejumlah investor, salah satunya adalah Bezos Expeditions
Startup Ula mendapatkan pendanaan dari sejumlah investor, salah satunya adalah Bezos Expeditions (Sumber: Instagram @uladotapp)

Ula adalah aplikasi belanja grosir untuk stok toko atau warung.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas jangkauan layanan Ula,  mengembangkan portofolio produk baru, dan memperkuat tim untuk melayani industri ritel tradisional (warung) Indonesia.

"Halo, Sobat Ula, mau berbagi kabar, nih, baru-baru ini Ula mengumpulkan pendanaan Seri B dari beberapa investor terdepan juga ternama, seperti Prosus dan Tencent.Ula menyampaikan terima kasih kepada para investor atas kepercayaannya terhadap Ula," demikian bunyi unggahan manajemen Ula di akun instagram mereka, @uladotapp, dikutip Selasa (5/10/2021).

Co-founder dan Managing Partner Northstar Group Patrick Walujo menyatakan, pihaknya memiliki visi yang sama dengan Ula. Yaitu membantu UKM tumbuh dengan teknologi.

Patrick menilai Ula punya potensi untuk berkembang dengan baik.

"Setelah berinvestasi di Asia Tenggara selama lebih dari 1 dekade, kami telah melihat bagaimana perusahaan dengan misi sosial yang kuat dapat mencapai pertumbuhan yang fenomenal," kata Patrick seperti dikutip dari Forbes Indonesia.

"Kami memiliki misi yang sama dengan Ula, kami berharap dapat memberdayakan UKM di Indonesia melalui teknologi dan dengan demikian mendukung pertumbuhan mereka di negara ini,” tambahnya.

Dana jutaan dollar itu juga akan digunakan untuk mengembangkan teknologi baru untuk aplikasi Ula, membentuk infrastruktur logistik untuk stok barang, serta melindungi rantai pasok hingga ke konsumen.

Chief Operating Officer (COO) dan salah satu pendiri Ula Riky Tenggara mengatakan, rantai pasokan di Indonesia adalah salah satu masalah yang sulit diatasi.

Namun, hal itu penting untuk menjamin produk sampai ke pelanggan di wilayah yang jauh.

“Tim kami akan terus memberikan pemanfaatan teknologi terbaik untuk jutaan warung di Indonesia, terutama yang berada di luar perkotaan," ujar Riky.

Pada awal tahun ini, Ula juga sudah mendapatkan pendanaan dari investor besar lainnya. Seperti Lightspeed India, Sequoia Capital India, Quona Capital, dan Alter Global.

"Pendanaan ini akan mendukung Ula untuk terus bertumbuh dan bekerja dengan Sobat Ula di seluruh Indonesia guna mencapai sukses bersama," ucap manajemen Ula. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved