Breaking News:

Gathering OJK

Buka Toraja Highland Festival, Tirta Segara: KPMR Bisa Jadi Solusi Industri Pariwisata

Sementara Tirta Segara memaparkan mengenai perkembangan trend dalam keuangan, seiring dengan adanya covid-19, baik di UMKM maupun sektor pariwisata.

Editor: Ina Maharani
tribun/Ina Maharani
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara, memberi sambutan dalam pembukaan Toraja Highland Festival sekaligus Bulan Inkulsi Keuangan di hotel Toraja Misiliana, Rantepao, Toraja Utara 

TRIBUN-TIMUR.COM, RANTEPAO - Toraja Highland Festival sekaligus Bulan Inklusi Keuangan resmi dibuka Senin (4/10/2021) di Hotel Toraja Misiliana, Rantepao, Toraja Utara.

Hadir dalam pembukaan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara.

Selain itu hadir juga Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Fadjar Marjadi, Sekda Sulsel Abdul Hayat, Sekda Sulbar Muhammad Idris, Kepala OJK Regional VI Sulampua Muh Nurdin Subandi, serta sejumlah bupati dan wakil bupati di Sulsel dan Sulbar. 

Pembukaan festival yang berisikan pameran UMKM di Pekan Raya Toraja, webminar keuangan, dan pemberian penghargaan inklusi keuangan ini ditanda dengan pemukulan gendang oleh Tirta Segara didampingi undangan lainnya.

Dalam kesempatan ini juga sejumlah daerah di Sulsel dan Sulbar mendapat penghargaan khusus atas peran sertanya dalam literasi keuangan, penggunaan QRIS, serta pemanfaatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

TPAKD Sulsel terbaik, misalnya, jatuh pada Sidrap, Wajo, Maros, Bone, Gowa, Selayar, Pinrang, dan Parepare.

Sementara pemda dengan porsi terbanyak pendapatan daerah melalui QRIS penghargaan diberikan kepada Kabuparen Gowa, Toraja Utara, dan Luwu.

Dalam kesempatan ini Fadjar memaparkan keyakinannya bawa UMKM akan tetap menjadi penggerak ekonomi. Karenanya Bank Indonesia terus berinovsi dan sinergi dengan berbagai pihak dalam mendorong akselerasi UMKM menjadi naik kelas.

"Menggunakan pola pembinaan secara end to end yang disesuaikan karakteristik UMKM. Kami juga mendorong UMKM semakin maju dengan menghadirkan QRIS di UMKM dan sektor pariwisata," paparnya.

Sementara Tirta Segara memaparkan mengenai perkembangan trend dalam keuangan, seiring dengan adanya covid-19, baik di UMKM maupun sektor pariwisata.

"Dari uang tunai dan debit, sekarang berkembang menggunakan sistem pembayaran yang tidak lagi perlu bersentuhan, hanya langsung scan dari ponsel," paparnya.

Selain itu Tirta juga  mendorong pelaku usaha memanfaatkan program kredit atau pembiayaan melawan rentenir (KPMR).

"KPMR dari perbankan diharapkan bisa jadi solusi bagi pengusaha termasuk pariwisata. Sementara untuk nonbank intermediasi dana masyarakat ad sekuritis crowd funding dan fintech peer to peer landing," paparnya.(*)

Laporan wartawan Tribun Timur @ina_iku

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved